• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1882 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4206 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4210 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4167 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4280 Kali

  • Home
  • Riau

WWF Diduga Tutupi Kematian Gajah "Flying Squad" di Riau

Redaksi Radarpku

Senin, 15 Juni 2015 19:59:47 WIB
Cetak
WWF Diduga Tutupi Kematian Gajah

RADARPEKANBARU.COM- Organisasi konservasi satwa WWF (World Wide Fund for Nature) membantah sengaja menutupi kematian seekor gajah Sumatera jinak yang ditemukan tak bernyawa tiga minggu lalu di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau.

Namun, otoritas setempat menyatakan belum menerima laporan resmi kematian gajah itu dari WWF.

"Kami tidak ada niat untuk menutupi, tapi karena hasil pemeriksaan laboratoriumnya ternyata sangat lama," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Gajah jinak yang mati itu bernama Nela, salah satu gajah jinak dari "Elephant Flying Squad Tesso Nilo", yang merupakan regu kerja sama WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Syamsidar mengatakan gajah betina jinak itu masih berusia delapan tahun saat ditemukan tewas pada 17 Mei lalu di area penggembalaan tak jauh dari kamp "Flying Squad" di Taman Nasional (TN) Tesso Nilo.

Ia mengatakan Nela merupakan anak pertama dari gajah tim "Flying Squad" yang lahir pada 23 Februari 2006 dari induknya, Lisa. Para pawang (mahout) "Flying Squad" menduga Nela merupakan hasil perkawinan Lisa dan salah satu gajah liar di Tesso Nilo. Dalam kesehariannya Nela dikenal adalah anak gajah yang sangat lincah dan mudah diatur sehingga seringkali Nela menjadi perhatian tamu yang berkunjung ke camp Flying Squad.

Syamsidar juga membantah kematian gajah disebabkan ikatan rantai yang terlalu kencang terhadap gajah jinak itu. Menurut dia, rantai hanya diikatkan di salah satu kaki gajah dengan panjang 30 meter. "Ikatan rantai juga tidak ketat sehingga gajah masih bisa berinteraksi dan mencari makan," ujarnya.

WWF menyatakan telah melaporkan kematian Nela kepada pihak yang berwenang, kemudian tim gabungan dari BBKSDA Riau, Balai TN Tesso Nilo, dokter hewan yang ditunjuk segera turun ke lokasi untuk melakukan otopsi dan mengumpulkan informasi guna melacak penyebab kematian Nela. Dari proses yang dilakukan tersebut, belum dapat diketahui pasti penyebab kematian Nela.

Ia mengatakan tim gabungan juga mengambil sampel organ dalam Nela untuk analisa laboratorium lebih lanjut di Balai Veteriner Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari hasil uji toxikologi, lanjutnya, belum juga dapat diketahui penyebab kematian Nela dan masih akan dilakukan pemeriksaan dengan metoda kultur jaringan.

Hasil dari uji sampel pertama belum menunjukan penyebab kematian gajah Nela yang misterius. "Dari hasil uji pertama tidak ditemukan penyebab kematiannnya, jadi perlu dilakukan uji kultur jaringan lebih lanjut," katanya.

       
Belum Terima Laporan

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau Kemal Amas ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan resmi tentang kematian gajah Nela di TN Tesso Nilo. Ia mengaku hanya mendengar laporan secara lisan, dan itu sulit untuk dijadikan pertanggungjawaban.

"Saya sudah menagih ke WWF, mana laporannya, mana laporannya. Karena kalau saya ditanya mengenai hal ini, tidak ada dasar yang jelas," kata Kemal Amas ketika dihubungi Antara.

Ia meminta agar WWF lebih terbuka kepada publik terkait setiap kasus kematian gajah Sumatera, baik itu gajah jinak maupun satwa liar. Bahkan, Kemal justru balik mempertanyakan mengapa WWF terkesan tertutup tentang kematian gajah "Flying Squad" ini.

"Saya heran dengan WWF, ketika mereka biasanya langsung berteriak-teriak ketika gajah Sumatera mati, tapi kenapa yang satu ini tidak. Mau kemana lagi ini akan ditutup-tutupi," tegas Kemal Amas.(ant)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026

Kamis, 24 September 2026 - 09:14:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Belanja daerah dalam Rancangan .

Riau

Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari

Kamis, 24 September 2026 - 09:11:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Hujan dengan intensitas ringan .

Riau

Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga

Kamis, 24 September 2026 - 09:07:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.

Riau

Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam

Rabu, 23 September 2026 - 08:58:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Aksi  dan sikap Wakil Bupa.

Riau

Sekdaprov dan Tiga Pejabat Pemprov Riau Bersaksi di Sidang Ajudan Abdul Wahid

Rabu, 23 September 2026 - 08:32:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komis.

Riau

APBD Perubahan Riau Ditetapkan Rp8,378 Triliun, Fokus Lunasi Tunda Bayar

Rabu, 23 September 2026 - 08:19:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
24 September 2026
Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
24 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
24 September 2026
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
24 September 2026
KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
24 September 2026
Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
24 September 2026
Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam
23 September 2026
Sekdaprov dan Tiga Pejabat Pemprov Riau Bersaksi di Sidang Ajudan Abdul Wahid
23 September 2026
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
23 September 2026
APBD Perubahan Riau Ditetapkan Rp8,378 Triliun, Fokus Lunasi Tunda Bayar
23 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
  • 2 Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
  • 3 Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
  • 4 Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
  • 5 KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
  • 6 Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
  • 7 Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com