• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2255 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4588 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4614 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4564 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4688 Kali

  • Home
  • Riau

WWF Diduga Tutupi Kematian Gajah "Flying Squad" di Riau

Redaksi Radarpku

Senin, 15 Juni 2015 19:59:47 WIB
Cetak
WWF Diduga Tutupi Kematian Gajah

RADARPEKANBARU.COM- Organisasi konservasi satwa WWF (World Wide Fund for Nature) membantah sengaja menutupi kematian seekor gajah Sumatera jinak yang ditemukan tak bernyawa tiga minggu lalu di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau.

Namun, otoritas setempat menyatakan belum menerima laporan resmi kematian gajah itu dari WWF.

"Kami tidak ada niat untuk menutupi, tapi karena hasil pemeriksaan laboratoriumnya ternyata sangat lama," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Gajah jinak yang mati itu bernama Nela, salah satu gajah jinak dari "Elephant Flying Squad Tesso Nilo", yang merupakan regu kerja sama WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Syamsidar mengatakan gajah betina jinak itu masih berusia delapan tahun saat ditemukan tewas pada 17 Mei lalu di area penggembalaan tak jauh dari kamp "Flying Squad" di Taman Nasional (TN) Tesso Nilo.

Ia mengatakan Nela merupakan anak pertama dari gajah tim "Flying Squad" yang lahir pada 23 Februari 2006 dari induknya, Lisa. Para pawang (mahout) "Flying Squad" menduga Nela merupakan hasil perkawinan Lisa dan salah satu gajah liar di Tesso Nilo. Dalam kesehariannya Nela dikenal adalah anak gajah yang sangat lincah dan mudah diatur sehingga seringkali Nela menjadi perhatian tamu yang berkunjung ke camp Flying Squad.

Syamsidar juga membantah kematian gajah disebabkan ikatan rantai yang terlalu kencang terhadap gajah jinak itu. Menurut dia, rantai hanya diikatkan di salah satu kaki gajah dengan panjang 30 meter. "Ikatan rantai juga tidak ketat sehingga gajah masih bisa berinteraksi dan mencari makan," ujarnya.

WWF menyatakan telah melaporkan kematian Nela kepada pihak yang berwenang, kemudian tim gabungan dari BBKSDA Riau, Balai TN Tesso Nilo, dokter hewan yang ditunjuk segera turun ke lokasi untuk melakukan otopsi dan mengumpulkan informasi guna melacak penyebab kematian Nela. Dari proses yang dilakukan tersebut, belum dapat diketahui pasti penyebab kematian Nela.

Ia mengatakan tim gabungan juga mengambil sampel organ dalam Nela untuk analisa laboratorium lebih lanjut di Balai Veteriner Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari hasil uji toxikologi, lanjutnya, belum juga dapat diketahui penyebab kematian Nela dan masih akan dilakukan pemeriksaan dengan metoda kultur jaringan.

Hasil dari uji sampel pertama belum menunjukan penyebab kematian gajah Nela yang misterius. "Dari hasil uji pertama tidak ditemukan penyebab kematiannnya, jadi perlu dilakukan uji kultur jaringan lebih lanjut," katanya.

       
Belum Terima Laporan

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau Kemal Amas ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan resmi tentang kematian gajah Nela di TN Tesso Nilo. Ia mengaku hanya mendengar laporan secara lisan, dan itu sulit untuk dijadikan pertanggungjawaban.

"Saya sudah menagih ke WWF, mana laporannya, mana laporannya. Karena kalau saya ditanya mengenai hal ini, tidak ada dasar yang jelas," kata Kemal Amas ketika dihubungi Antara.

Ia meminta agar WWF lebih terbuka kepada publik terkait setiap kasus kematian gajah Sumatera, baik itu gajah jinak maupun satwa liar. Bahkan, Kemal justru balik mempertanyakan mengapa WWF terkesan tertutup tentang kematian gajah "Flying Squad" ini.

"Saya heran dengan WWF, ketika mereka biasanya langsung berteriak-teriak ketika gajah Sumatera mati, tapi kenapa yang satu ini tidak. Mau kemana lagi ini akan ditutup-tutupi," tegas Kemal Amas.(ant)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:00:00 WIB

Radarpekanbaru.com – Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli.

Riau

Bupati Afni Setujui Nama Syarwan Hamid Diabadikan untuk Nama Ruas Jalan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:00:00 WIB

Radarpekanbaru.com – Nama Letjen TNI (Purn) H. Sya.

Riau

Berbaju Melayu Sultanah Latifah, Bupati Afni Pimpin Upacara HUT Siak, Sampaikan Pesan Kesetiaan dan Keadilan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:35:30 WIB

Radarpekanbaru.com - Dari atas panggung, dengan meng.

Riau

Perdana, 41 Perangkat Daerah Tampilkan Wajah Pelayanan Di Pawai HUT ke-27 Kabupaten Siak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com - Pawai karnaval menyambutnya har.

Riau

Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar, Kejari Rohul Tahan Empat Pengurus Koperasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:55:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dugaan penyimpangan pemberian k.

Riau

Kemenhaj Riau Awasi Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara, Travel Tak Berizin Ikut Diperiksa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:51:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kantor Wilayah Kementerian Haji.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
14 Oktober 2026
Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar, Kejari Rohul Tahan Empat Pengurus Koperasi
14 Oktober 2026
Kemenhaj Riau Awasi Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara, Travel Tak Berizin Ikut Diperiksa
14 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Memburuk, Pemko Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari
14 Oktober 2026
Nasihat Nabi Isa yang Diabadikan Para Ulama Turun Menurun, Pengingat Sepanjang Masa
14 Oktober 2026
Ini 10 Menteri Terbaik Versi Survei Arawicaksa Institute
14 Oktober 2026
Serangan Houthi Ganggu Jamaah Umrah, MUI Desak Perlindungan Warga Sipil
14 Oktober 2026
Kemenkes Survei RSUD Arifin Achmad Riau Lewat 16 Standar Akreditasi
13 Oktober 2026
Abdul Wahid Dikabarkan Ajukan Kasasi Usai Vonis Diperberat Jadi 4 Tahun
13 Oktober 2026
Kabut Asap Kembali Pekat, Disdik Pekanbaru Evalusi Pembelajaran Tatap Muka
13 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR
  • 2 Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar, Kejari Rohul Tahan Empat Pengurus Koperasi
  • 3 Kemenhaj Riau Awasi Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara, Travel Tak Berizin Ikut Diperiksa
  • 4 Kualitas Udara Kembali Memburuk, Pemko Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari
  • 5 Nasihat Nabi Isa yang Diabadikan Para Ulama Turun Menurun, Pengingat Sepanjang Masa
  • 6 Ini 10 Menteri Terbaik Versi Survei Arawicaksa Institute
  • 7 Serangan Houthi Ganggu Jamaah Umrah, MUI Desak Perlindungan Warga Sipil

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com