PILIHAN +INDEKS
Peristiwa Tak Patut Ditiru
Mantan Sekretaris Satpol PP Mengaku Dipukul Tujuh Kali dan Masih Merasa Pusing
JAKARTA, RADARPEKANBARU.COm - Peristiwa tak patut ditiru terjadi di Mess Pemprov Riau di Jalan Taliraya Jakarta, Sabtu (7/3/15) pagi. Dua pejabat eselon III terlibat adu fisik di dekat ruang makan. Sampai saat ini belum jelas pemicu perkelahian tersebut.
Penjelasan Zulfikar, Kepala UPT Anjung Riau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga tak mengungkap penyebab tindakan adu otot tersebut.
"Saya juga belum tahu pasti mengepa dia (Alfihsari, Kabid Promosi dan Investasi Badan Penhubung.red) bertindak seperti itu," tutur Zulfikar
Dipaparkan Zulfikar yang beberapa waktu lalu pernah sama-sama bertugas di Satpol PP dengan Alfisahri, peristiwa tersebut bermula saat dirinya bersama istrinya hendak pergi ke pasar. Saat menghampiri sepeda motor di tempat parkir mendadak dipanggil Alfisahri.
"Sini kau. Kita selesaikan masalah kemarin," ujar Zulfikar menirukan panggilan Alfisahri kepada dirinya.
Merasa tak memiliki masalah, Zulfikar lantas menghampiri Alfisahri, namun mendadak saja dirinya dipukuli Alfisahri hingga tujuh kali.
"Kalau tak salah ingat, saya dipukul tujuh kali. Saya tak bisa balas karena kemudian dipegangi untuk memisah," tuturnya.
Zulfikar kemudian menunjukkan bagian bibir dan pangkal hidung yang masih memar. Dua bagian wajah tersebut sempat mengeluarkan darah. Sementara bagian belakang kepalanya yang dipukul disebut masih terasa pusing.
"Di sini masih pusing karena dipukul," tutur Zulfikar yang di tangannya masih ada perban bekas jarum infus saat dirawat beberapa saat sebelumnya.
Mengenai masalahnya dengan Alfisahri, mantan Sekretaris Satpol PP Pemprov Riau tersebut mengaku tak tahu persin, namun dugaannya terkait dengan mutasi.
"Saya dulu kan Sekretaris Satpol PP, mungkin dia menduga saya membuatnya dimutasi, sehingga dia marah ke saya. Padahal, apalah yang bisa dilakukan sekretaris. Semua tergantung atasan," paparnya.
Terkait laporannya ke Polres Jakarta Barat, Zulfikar berharap diproses dengan baik. Ia belum memikirkan mencabut kembali laporan tersebut, mengingat yang dilaporkannya sejawat, sesame pejabat Pemprov Riau.
Sementara Alfisahri belum bisa diminta klarifikasinya karena sudah kembali ke Pekanbaru.(radarkpu/rtc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








