• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3811 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3805 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3776 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3863 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3787 Kali

  • Home
  • Nasional

Opini Kritik

Dirgahayu yang ke-68 Tahun HMI

Redaksi Radarpku

Kamis, 05 Februari 2015 18:42:43 WIB
Cetak
Dirgahayu yang ke-68 Tahun HMI
68 Tahun HMI
RADARPEKANBARU.COM-Himpunan mahasiswa Islam (HMI) memasuki fase pembenahan. Terhitung sejak 5 Februari 1947 sampai hari ini 5 Februari 2015 HMI telah menghabiskan 68 tahun dengan toleran prestasi yang cukup fantastis. Hal demikian bisa dikalkulasikan dari hasil mesin cetak HMI bernama perkaderan yang mampu memproduksi manusia-manusia berkualitas sebagai hasil dari proses panjang itu, sehingga pada hari ini jebolan-jebolan HMI mampu menjadi tulang punggung NKRI. Sederet prestasi mentereng yang diraih oleh kader-kader HMI mampu mengangkat kualitas HMI menjadi sebuah organisasi elit mahasiswa. Tentu banyak organisasi-organisasi kemahasiswaan bahkan kepemudaan lainnya yang ingin mengikuti jejak sejarah HMI. Melihat hal itu kita sebagai kader yang hari ini masih berproses boleh sedikit berbangga dengan nama besar Himpunan. Namun, kebangaan tersebut bukanlah menjadi mutlak bahwa HMI adalah organisasi terbaik. Cak nur memang mengatakan bahwa HMI adalah organisasi elit, dengan penjelasan bahwa HMI memiliki kualitas intelektual individu dan kolektif berada di atas rata-rata kemampuan kader organisasi mahasiswa dan kepemudaan secara umum. Namun, jika dilakukan peninjauan ulang dan penelitian terhadap kondisi HMI kekinian, kata-kata yang pernah diucapkan Cak Nur tersebut hanyalah seperti angin lalu. Pudarnya Kulitas Kader HMI menjadi popular atas kerja keras kadernya, namun begitupun sebaliknya HMI akan semakin meredup dengan tingkah laku dan kualitas kadernya. Seperti sebuah perusahaan, dia menjadi terkenal dan banyak diminati ketika hasil produksinya adalah barang-barang terbaik diantara sesamanya, namun jika kualitas barang yang di produksi perusahaan tersebut mengalami penurunan, dengan sendirinya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut memudar dan berkurang, bahkan bisa habis dan perusahaan tersebut akan gulung tikar. Begitu juga dengan HMI, jika kader yang di produksi great kualitasnya turun maka kepercayaan dan integritas HMI dimata masyarakat juga akan memudar bahkan HMI pun dikalangan mahasiswa bukanlah barang mewah yang diidam-idamkan. Sehingga pada akhirnya akan terjadi krisis kader dan bisa mengakibatkan musnahnya HMI. Menurunya kualitas intlektual kader HMI bisa kita rasakan pada saat ini, bukan saja ditingkatan komisariat, namun hampir disetiap sektor kepengurusan HMI. Dimulai dari komisariat, Korkom, Cabang, Badko, bahkan hingga lembaga-lembaga kekaryaan seperti LDMI, LAPMI, LKBHMI dan lain sebagainya. Hal itu bisa dilihat dari tidak munculnya HMI sebagai organisasi pemuda yang kritis yang memiliki Ideologi yang kuat dalam menyikapi segala bentuk kebijakan pemerintahan. HMI bersikap jika ada kepentingan politik, idealisme kader HMI hilang ditelan oleh sikap pregmatisme yang selalu digosok oleh kemajuan zaman. Kader HMI siap bergerak dengan berbagai catatan untung rugi, dan kalkulasi materi, kader HMi bukanlah sebagai sentral issue, namun justru mengikuti issue dan mencari celah untuk menarik keuntungan. Itulah fakta yang terjadi pada hari ini, sementara HMI yang dulu adalah HMI yang bersikap berdasarkan hasil diskusi dan pengkajian yang matang, sehingga sikap yang dikeluarkan oleh HMI melalui kader HMI menjadi pencipta issue. Pudarnya kualitas kader juga tidak terlepas dari hilangnya budaya-budaya sederhana didalam HMI seperi jumpa muka, jumpa pikiran dan jiwa. Sehingga kader HMi tidak terbiasa dengan budaya-budaya intlektual. HMI Menjadi Barang Dagangan Perdagangan organisasi tengah marak dizaman modern saat ini. Itu terbukti sesuai dengan fakta dilapangan, bahwa jika ada suatu organisasi besar menyikapi suatu issue besar maka harga jual untuk menutup mulut organisasi tersebut juga besar. Hal ini juga tengah dialami oleh HMI dan Kadernya. Tidak ada yang salah dari HMI secara organisasi yang memiliki Independensi, namun keselahan tersebut muncul dari pengemban amanah didalam HMI itu sendiri, yaitu kadernya yang memegang jabatan strategis di HMI. Kurangnya kesadaran dan hilangnya sikap idealisme dari kader HMI membuat HMI secara organisasi terjerumus kedalam politik praktis yang digunakan untuk penetingan pengemban jabatan. Pada hari ini kita bisa melihat bagaimana bendera HMI dikibarkan dengan seruan perjuangan melawan korupsi namun diiringi dengan deal-deal jumlah rupiah dibelakngnya. Mungkin si pengemban amanah bisa beralasan bahwa itu adalah kebutuhan, namun meskipun begitu tentu hal tersebut harus lebih dulu dikaji secara matang dimana letak kesalahan dan keruagian apa yang didapat oleh rakyat, sehingga jika muncul kesadaran meskipun sudah melakukan deal tetap ada beban untuk menuntut keadilan atas nama rakyat. Elit politik HMI justru lebih ekstrim dalam deal, mungkin tidak ada aksi jalanan, tidak ada statmen politik di media massa, namun tidak mau bersikap atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat adalah pilihan yang nyaman untuk mencari rekan yang ingin menyepakati deal. Diam bukan tidak tahu, namun justru mencari siapa yang ingin menutupi mulut sebelum berteriak. Dan inilah fakta hari ini. Semua Dimulai Dari Kongres Kongres HMI ibarat sebuah kontestasi pemilihan pejabat tinggi Negara sekelas Gubernur dan bahkan Presiden. Butuh modal besar dan tenaga ekstra, sehingga semua kandidat terpaksa melakukan tindakan olah-olah untuk mencari siapa yang siap memodali dalam porses pencalonannya sebagai pemimpin tertinggi HMI. Siapa yang punya modal besar dia akan berkuasa itulah faktanya. Sehingga menajdi naif, seorang kandidat terpaksa berhutang untuk memodali proses dirinya berkuasa di HMI, sehingga pada akhirnya dia akan menjual HMI kemanapun jika berkuasa demi membayar hutang kongres yang sudah menumpuk. Cost politik yang tinggi adalah pendidikan yang buruk bagi kader HMI, artinya tidak adalah idealisme ditataran pengurus besar, bahkan itu sudah dimulai dari tataran pengurus Cabang.*** Oleh : Fazin Hisabi /kompasiana


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil

Kamis, 03 September 2026 - 09:54:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Menhut: Karhutla Terjadi karena Dibakar

Rabu, 02 September 2026 - 09:19:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut.

Nasional

Guru PPPK Dapat Kesempatan Ikut Seleksi CPNS mulai 2027

Selasa, 01 September 2026 - 10:01:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah memberikan kesempata.

Nasional

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031 Secara Mufakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:57:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:37:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:22:28 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com