PILIHAN +INDEKS
Disinyalir Krisis Akhlak, Istri Bupati Kampar & Ajudannya dilaporkan Ke Polisi
Ilustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Sikap Tak terpuji oleh seorang istri pemimpin Kampar berujung delik aduan oleh warga ke kepolisian Resor Kampar yang tak terima atas kejadian yang di alaminya. Pasangan suami istri Jamal dan Asni, melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh Istri Bupati Kampar, Eva Yuliana dan Ajudannya, Ferry, ke Polres Kampar.
"Saya beserta istri dan didampingi oleh keluarga telah melaporkan penganiayaan itu ke Polres kampar," Ucap Jamal, kepada wartawan, Minggu (01/6/14).
Laporan itu, sebut Jamal lagi, dilaporkannya Sabtu (31/5/14) malam. Jamal mengatakan bahwa kejadian itu membuat dirinya mengalami trauma yang cukup berat.
"Kami tak terima dianiaya seperti ini. Meskipun dia (Eva) Istri Bupati Kampar. Kalau memang masalah tanah ada jalur hukumnya. Bukan harus melakukan penganiyaan terhadap kami rakyat kecil ini," Cetusnya.
Menurut pengakuan Jamal, masalah tanah ini tak membuatnya gentar sedikitpun. Jamal mengungkapkan, tanah yang diklaim milik Bupati Kampar tersebut tidak mendasar. Dirinya menuturkan bahwa sertifikat tanah sudah lama ia pegang dan terdaftar atas namanya sendiri.
"Saya punya surat yang jelas atas hak tanah kebun saya. Bukan menyerobot punya orang. Kenapa dia malah menuduh saya menyerobot tanahnya," Ungkapnya dengan kesal.
Jamal menyayangkan sikap seorang istri seorang kepala daerah melakukan tindakan bak seorang preman. Harusnya, kata Jamal lagi, sebagai orang yang berpendidikan, kejadian memalukan ini tak seharusnya terjadi.
"Kalau memang istri kepala daerah yang baik bicaranya. Kalau memang ada masalah bisa dibicarakan. Bukan main maki dan pukul seperti preman pasar gini. Jelas saya merasa direndahkan. Jangan karena kami orang biasa dia (Eva,red) berbuat sesuka hati," Ujarnya.
Sementara itu, Asni (Istri Jamal) mengungkapkan tentang sikap Jefri Noer. Pasalnya, Bupati Kampar Jefri Noer yang ada pada saat kejadian bukannya melerai malah membiarkan suasana makin gaduh.
"Bupati apa namanya tu. Saya dipukuli sama istri dan ajudannya dia malah diam seperti patung dan jadi penonton saja. Ini yang membuat saya tidak habis pikir ada suami yang membiarkan istrinya bertindak seperti preman," Ketus Asni.
Dengan kejadian ini, Asni berharap aparat hukum dapat bijak menyikapinya dengan arif dan bijaksana.
"Hukum harus ditegakkan. Tak ada manusia yang kebal hukum. Jangan karena kami sebagai warga negara disepelekan mentang-mentang yang menganiaya kami seorang istri bupati. Kami tak mau damai," Katanya seraya berteriak.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kampar Herfio Zaki, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiyaan yang dilakukan istri bupati kampar Eva Yuliana dan ajudan Bupati, Ferry.
"Benar. Dan saat ini, prosesnya lagi dalam penyelidikkan kepolisian, jadi tunggu saja perkembangannya. Karena korban akan kita panggil lagi untuk melengkapi berkas," Terang Kasat. (Aulia/rp)
"Saya beserta istri dan didampingi oleh keluarga telah melaporkan penganiayaan itu ke Polres kampar," Ucap Jamal, kepada wartawan, Minggu (01/6/14).
Laporan itu, sebut Jamal lagi, dilaporkannya Sabtu (31/5/14) malam. Jamal mengatakan bahwa kejadian itu membuat dirinya mengalami trauma yang cukup berat.
"Kami tak terima dianiaya seperti ini. Meskipun dia (Eva) Istri Bupati Kampar. Kalau memang masalah tanah ada jalur hukumnya. Bukan harus melakukan penganiyaan terhadap kami rakyat kecil ini," Cetusnya.
Menurut pengakuan Jamal, masalah tanah ini tak membuatnya gentar sedikitpun. Jamal mengungkapkan, tanah yang diklaim milik Bupati Kampar tersebut tidak mendasar. Dirinya menuturkan bahwa sertifikat tanah sudah lama ia pegang dan terdaftar atas namanya sendiri.
"Saya punya surat yang jelas atas hak tanah kebun saya. Bukan menyerobot punya orang. Kenapa dia malah menuduh saya menyerobot tanahnya," Ungkapnya dengan kesal.
Jamal menyayangkan sikap seorang istri seorang kepala daerah melakukan tindakan bak seorang preman. Harusnya, kata Jamal lagi, sebagai orang yang berpendidikan, kejadian memalukan ini tak seharusnya terjadi.
"Kalau memang istri kepala daerah yang baik bicaranya. Kalau memang ada masalah bisa dibicarakan. Bukan main maki dan pukul seperti preman pasar gini. Jelas saya merasa direndahkan. Jangan karena kami orang biasa dia (Eva,red) berbuat sesuka hati," Ujarnya.
Sementara itu, Asni (Istri Jamal) mengungkapkan tentang sikap Jefri Noer. Pasalnya, Bupati Kampar Jefri Noer yang ada pada saat kejadian bukannya melerai malah membiarkan suasana makin gaduh.
"Bupati apa namanya tu. Saya dipukuli sama istri dan ajudannya dia malah diam seperti patung dan jadi penonton saja. Ini yang membuat saya tidak habis pikir ada suami yang membiarkan istrinya bertindak seperti preman," Ketus Asni.
Dengan kejadian ini, Asni berharap aparat hukum dapat bijak menyikapinya dengan arif dan bijaksana.
"Hukum harus ditegakkan. Tak ada manusia yang kebal hukum. Jangan karena kami sebagai warga negara disepelekan mentang-mentang yang menganiaya kami seorang istri bupati. Kami tak mau damai," Katanya seraya berteriak.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kampar Herfio Zaki, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiyaan yang dilakukan istri bupati kampar Eva Yuliana dan ajudan Bupati, Ferry.
"Benar. Dan saat ini, prosesnya lagi dalam penyelidikkan kepolisian, jadi tunggu saja perkembangannya. Karena korban akan kita panggil lagi untuk melengkapi berkas," Terang Kasat. (Aulia/rp)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








