• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2598 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4943 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4973 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4912 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5064 Kali

  • Home
  • Internasional

Presiden Indonesia yang Nyaris Hilang Dalam Catatan Sejarah

Redaksi Radarpku

Ahad, 01 Juni 2014 08:08:25 WIB
Cetak
Presiden Indonesia yang Nyaris Hilang Dalam Catatan Sejarah
Sjafruddin Prawiranegara & Mr. Assaat
RADARPEKANBARU.COM - Pada Juli nanti, Republik Indonesia bakal memilih kembali presiden selanjutnya. Sebagian besar dari kita mungkin sudah tahu kalau presiden yang pernah memimpin Indonesia adalah Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun satu hal yang perlu kita sama-sama mengetahuinya, menurut catatan sejarah, selain nama-nama tokoh yang tersebut tadi, ada  dua orang lagi tokoh yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Dua tokoh sering terlupakan dan terlewat dalam buku sejarah waktu kita sekolah itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.  Entah dengan alasan apa mengapa nama kedua orang ini jarang disebut, sebagai salah satu tokoh yang pernah memimpin Indonesia.

Sjafruddin Prawiranegara

Sjafruddin Prawiranegara sebenarnya adalah salah satu mentri di kabinet era Presiden Soekarno. Ia menjabat sebagai Mentri Kemakmuran. Ketika Belanda melakukan agresi militer II, dibantu dengan para sekutunya pada tahun 1948, Belanda berhasil menguasai ibu kota Indonesia yang saat itu dialihkan ke Yogyakarta. Dalam serangan itu Belanda berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Bung Hatta dan beberapa tokoh penting Indonesia lainnya. Selanjutnya para tokoh tersebut dibuang ke pengasingan di Pulau Bangka, Propinsi Bangka Belitung (sekarang).

Berita tertangkapnya presiden, wakil presiden dan para tokoh penting Indonesia segera menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Kekosongan kekuasaan ini membuat Sjafruddin Prawiranegara mengusulkan, untuk dibentuk pemerintahan darurat. Pemerintahan darurat ini bertujuan untuk mengisi kekosongan pemerintahan karena presiden dan wakil presiden saat itu ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke pulau Bangka.

Pada tahun 1948  usul pembentukan Pemerintahan Darurat dibahas dalam sebuah rapat di kota Bukit Tinggi Sumatera Barat. Usul ini disetujui oleh Gubernur wilayah Sumatera yang saat itu dijabat oleh Mr. T.M. Hasan yang mana keputusan ini dibuat demi menyelamatkan Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, karena kekosongan kepala pemerintahan.

Akhirnya 22 Desember 1948, Pemerintahan Darurat RI resmi dibentuk dimana Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Menteri Luar Negeri.

Dalam menjalankan pemerintahan darurat RI  Mr. Sjafruddin Prawiranegara dibantu beberapa tokoh seperti, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, Marjono Danubroto Mr. dan T.M. Hasan. Sedangkan posisi Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.

Menurut catatan sejarah, sebelum pembentukan Pemerintahan darurat RI telah mengirim telegram ke Bukit Tinggi yang berbunyi,

Pada tanggal 13 Juli 1949, setelah lebih kurang 8 bulan masa pemerintahan pemerintahan darurat RI, Sjafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah masa pemerintahan darurat RI.

Mr. Assaat

Mr Assaat  adalah pemegang jabatan sementara RI pada masa setelah perjanjian konfrensi Meja Bundar pada tahun 1949.

Dimana seperti yang mungkin sama-sama kita ketahui, setelah ditandatanganinya Perjanjian Konfersi Meja Bundar, pemerintah Belanda menyerahkan seluruh kedaulatan Indonesia dalam sebuah naungan yang bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Dalam RIS, Indonesia dibagi menjadi 16 negara bagian, antara lain seperti  Republik Indonesia Serikat (RIS) terdiri beberapa negara bagian, yaitu:

1. Negara Republik Indonesia (RI)
2. Negara Indonesia Timur
3. Negara Pasundan, termasuk Distrik Federal Jakarta
4. Negara Jawa Timur
5. Negara Madura
6. Negara Sumatera Timur
7. Negara Sumatera Selatan


Di samping itu, ada juga wilayah yang berdiri sendiri (otonom) dan tak tergabung dalam federasi, yaitu:

1. Jawa Tengah
2. Kalimantan Barat (Daerah Istimewa)
3. Dayak Besar
4. Daerah Banjar
5. Kalimantan Timur (tidak temasuk bekas wilayah Kesultanan Pasir)
6. Bangka
7. Belitung
8. Riau


Dalam perjanjian KMB, Soekarno dan Bung Hatta, ditetapkan sebagai Presiden dan Perdana Menteri RIS. Sementara Mr Assaat memengang Jabatan sebagai Presiden RI.

Namun RIS tidak bertahan lama. RIS yang hakikatnya berbentuk federal itu tidak disenangi oleh sebagian besar rakyat Indonesia, karena sistem dianggap hanya menimbulkan perpecahan, dan juga dianggap sebagai tipu muslihat Belanda untuk kembali menghancurkan NKRI. RIS juga dianggap tidak sesuai dengan kepribadian dan tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut mendorong keinginan untuk kembali ke negara kesatuan. Tidak sampai setahun, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 1950, RIS kembali melebur menjadi NKRI, dan jabatan Mr Assaat sebagai Presiden RI, diserahkan kembali kepada bung Karno dan Bung Hatta, setelah ia memanggu jabatan selama lebih kurang 9 bulan.

Berarti, jika kita urutkan sebenarnya, Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno, Sjafruddin Prawiranegara, Mr Assaat, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : segiempat.com


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Demokrat Rebut Kemenangan Awal di Senat pada Pemilu Paruh Waktu AS

Kamis, 05 November 2026 - 06:06:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Masukkan Angkatan Laut dan Udara Inggris ke Daftar Teroris

Rabu, 04 November 2026 - 06:10:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Indonesia Desak Rusia Berhenti Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran

Selasa, 03 November 2026 - 04:47:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Menlu RI di G20: Ketahanan Nasional Jadi Kunci Stabilitas Global

Senin, 02 November 2026 - 05:23:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Indonesia mendorong penguatan p.

Internasional

10 Perusahaan Terkait Karhutla Dipanggil Pemerintah Singapura

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:07:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Menlu Singapura Gelar Pertemuan Tertutup dengan Presiden Prabowo di Hambalang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:15:08 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Periksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor
05 November 2026
Demokrat Rebut Kemenangan Awal di Senat pada Pemilu Paruh Waktu AS
05 November 2026
Wali Kota Pekanbaru Targetkan Zero Balap Liar, Penertiban Diperketat
04 November 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Sebelum Pembangunan Flyover Panam Dimulai
04 November 2026
Inflasi Riau Tembus 3,09 Persen, Kampar Catat Kenaikan Harga Tertinggi
04 November 2026
Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan
04 November 2026
Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ada Eks Kapolri
04 November 2026
Iran Masukkan Angkatan Laut dan Udara Inggris ke Daftar Teroris
04 November 2026
Pekanbaru Tuan Rumah Rakernas IMI 2026, Kehadiran Moreno Soeprapto Bawa Angin Segar Ekonomi
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Sudah Tebus 60 Ijazah Tertahan di Sekolah
03 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 KPK Periksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor
  • 2 Demokrat Rebut Kemenangan Awal di Senat pada Pemilu Paruh Waktu AS
  • 3 Wali Kota Pekanbaru Targetkan Zero Balap Liar, Penertiban Diperketat
  • 4 Pemko Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Sebelum Pembangunan Flyover Panam Dimulai
  • 5 Inflasi Riau Tembus 3,09 Persen, Kampar Catat Kenaikan Harga Tertinggi
  • 6 Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan
  • 7 Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ada Eks Kapolri

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com