Kanal

Pemerintahan Jefry Noer Tak Peduli Nasib Rakyat Terantang Pasca Konflik

RADARPEKANBARU.COM- Pemerintah Kabupaten Kampar terus disorot dalam konflik di Desa Terantang Kecamatan Tambang. Pemkab Kampar dinilai belum memfungsikan diri sebagaimana mestinya untuk meredakan konflik yang semakin meluas tersebut.

Tokoh Terantang, H. Sarjanis Muchtar mengungkapkan, saat Pemerintah hanya diam, warga dan polisi justru saling berhadapan. Menurut dia, warga dan polisi telah diadudomba hanya demi kepentingan segelintir orang.

"Pemerintah tidak peduli. Warga dan polisi diadudomba. Warga jadi menganggap polisi sebagai lawan," ujar Sarjanis, Kamis (5/5/2016). Sejauh ini, menurut dia, Pemerintah belum hadir sejak Terantang berkecamuk yang dibuntuti kisruh Koperasi Iyo Basamo.

Bahkan, kata mantan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kampar ini, Pemerintah menimbulkan suasana semakin keruh. Ia mencontohkan, surat Dinas Koperasi dan UKM Kampar yang seakan melegalisasi kubu Hermayalis sebagai pengurus sah Koperasi berbapak angkat PT Perkebunan Nusantara V tersebut.

"Padahal jelas dalam Undang-undang perkoperasian. Pemerintah bahkan tidak berhak mengintervensi koperasi. Ini malah mengeluarkan pengakuan pengurus yang sah," jelas Sarjanis menandaskan. Satu sisi, lanjut dia, pengurus koperasi kubu warga ditolak oleh Dinas Koperasi.

Sikap tidak profesional dari Pemerintah itu, menurut Sarjanis, menjadi pangkal konflik Terantang tak berujung. Sehingga konflik tersebut meluas dan telah berdampak buruk bagi aktivitas pendidikan anak-anak di Terantang.

"Saya meminta Pemprov Riau dan Pusat turun tangan. Seperti Pemkab Kampar tidak bisa lagi dijadidkan tumpuan harapan," tandas Sarjanis. Ia menegaskan, konflik Terantang harus segera diselesaikan. Jika tidak, sangat memungkinkan korban berjatuhan.

Pendapat hampir serupa juga sebelumnya pernah dikemukakan Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kampar Kompol. Azwar. Kini, Azwar diangkat menjadi Wakil Kepala Polres Kampar.

Menurut Azwar, polisi sebenarnya tidak ingin konflik Terantang berlarut-larut. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kampar sedianya memiliki peran sangat strategis dalam penyelesaian konflik.

"Kalau polisi, kita taulah, nggak bisa mencampuri masalah di masyarakat," ujar Azwar didampingi Kepala Polsek AKP. Rusyandi Zuhri Siregar di Markas Polsek Tambang beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, pihaknya pun sudah menyurati Pemkab Kampar. (radarpku / tribun)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER