RADARPEKANBARU.COM - Tekanan kenaikan harga barang dan jasa masih terjadi hingga Oktober di Provinsi Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Riau mencapai 3,09 persen.
"Kabupaten Kampar menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi dibandingkan wilayah lain yang kami pantau. Inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) tersebut diukur berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 114,53," kata Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi, Senin (2/11/2026).
Dari sejumlah daerah di Riau, Kampar mencatat inflasi sebesar 3,94 persen dengan IHK 115,95. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Kota Pekanbaru yang tercatat sebesar 2,69 persen dengan IHK 113,65.
"Pekanbaru menjadi daerah dengan inflasi terendah," cakapnya.
Kenaikan harga selama setahun terakhir terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Namun, kelompok transportasi memberikan andil kenaikan paling besar dengan tingkat inflasi mencapai 4,97 persen.
Tekanan harga juga terlihat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,34 persen. Tekanan harga juga terjadi pada makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,79 persen.
"Sementara itu, kelompok kesehatan mengalami inflasi 3,50 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,82 persen. Lalu, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,52 persen," urai Asep.
Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatat inflasi 2,42 persen. Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,56 persen serta pendidikan 1,51 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,91 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi paling rendah, yakni 0,49 persen.
"Selain pergerakan harga secara tahunan, kamo juga mencatat inflasi Riau berdasarkan perkembangan harga dalam periode bulanan dan kumulatif. Secara bulanan atau month to month (m-to-m), Riau mengalami inflasi sebesar 0,23 persen pada Oktober lalu. Sedangkan secara kumulatif sejak Januari hingga Oktober atau year to date (y-to-d), inflasi tercatat sebesar 2,08 persen," ujar Asep.(ckc)