RADARPEKANBARU.COM - Pemprov Riau mulai mematangkan rencana penataan ulang Tugu Zapin yang berada di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk tiga alternatif desain tugu pengganti.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Zulfahmi, pekan lalu, mengatakan, tiga konsep yang sedang dikaji tersebut adalah Tugu Titik Nol, Monumen Tanjak, dan Tugu Lancang Kuning.
Ketiga desain itu disiapkan dengan mempertimbangkan aspek efisiensi biaya, kemudahan perawatan, serta tetap mempertahankan identitas Melayu sebagai ciri khas Provinsi Riau.
"Kami sedang membuat tiga desain. Konsepnya lebih ekonomis," cakapnya, Senin (2/11/2026).
Dalam artian, tiga desain ini tidak menggunakan material mahal seperti tembaga yang digunakan pada Tugu Zapin sekarang. Dinas PUPRPKPP ingin memilih material yang lebih mudah diperbaiki dan dirawat.
Material beton menjadi salah satu pilihan karena relatif lebih mudah dalam perawatan. Namun, desain tersebut tetap akan dipadukan dengan berbagai ornamen khas Melayu agar identitas budaya daerah tetap menonjol.
"Karena kita berada di Negeri Melayu, tentu sentuhan ornamen Melayunya akan dibuat lebih dominan," jelas Zulfahmi.
Dengan rencana tersebut bukan berarti Pemprov Riau tidak menghargai keberadaan Tugu Zapin yang selama ini menjadi salah satu ikon daerah. Mempertahankan dan memperbaiki tugu yang ada juga memiliki tantangan tersendiri.
"Salah satunya karena material tembaga yang digunakan membutuhkan tenaga pengrajin khusus untuk melakukan perbaikan. Dalam satu tahun terakhir ini, kami telah berulang kali berupaya menjalin komunikasi dan mengatur pertemuan dengan pengrajin asli Tugu Zapin," ungkap Zulfahmi.
Namun, proses koordinasi tidak mudah. Karena, pengrajin tersebut memiliki kesibukan dan pekerjaan di berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, pertimbangan utama dalam menyiapkan desain baru adalah memastikan tugu tersebut tidak hanya menarik secara visual. Tetapi, tugu itu juga mudah dirawat dalam jangka panjang.
"Sebab, pembangunan sebuah ikon daerah harus mempertimbangkan kebutuhan perawatan hingga 10, 15, bahkan 20 tahun mendatang," ucap Zulfahmi.
Terkait kondisi Tugu Zapin yang terlihat mengalami kerusakan dan beberapa bagian tampak sobek saat ini, sebelumnya Dinas PUPRPKPP telah melakukan penanganan sementara dengan menutup bagian tersebut menggunakan kain terpal. Namun, penutup itu kemudian dibuka kembali.
Persoalan perawatan kembali menjadi pertimbangan penting. Pasalnya, material tembaga pada tugu tersebut membutuhkan penanganan khusus.
"Tapi, keputusan mengganti Tugu Zapin belum ditetapkan. Kami masih menunggu hasil kajian dan penyelesaian desain sebelum melaporkannya kepada Gubernur Riau. Kalau beliau setuju untuk diganti, tentu akan kami usulkan penggantian," ungkap Zulfahmi.
Sekali lagi, Dinas PUPRPKPP tidak dalam posisi ingin mengganti Tugi Zapin begitu saja. Dinas PUPRPKPP hanya mencari pilihan tugu yang lebih ekonomis dan mudah dirawat tanpa ada maksud lain. Jika penyusunan desain dapat diselesaikan tahun ini, Pemprov Riau berharap pembangunan fisik tugu baru bisa dilaksanakan pada 2027.(ckc)