RADARPEKANBARU.COM - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Provinsi Riau didorong untuk memperkuat peran masjid. Masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaptov) Riau Yan Dharmadi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 DMI Wilayah Riau yang digelar di Masjid Al Maqari, Kawasan Purna MTQ, Pekanbaru, Ahad (25/10/2026).
"Riau memiliki lebih dari 15 ribu masjid dan musala yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Jumlah tersebut merupakan potensi besar untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berbasis masjid," ungkapnya.
Pemprov Riau ingin masjid tidak hanya makmur dengan kegiatan ibadahnya. Tetapi, masjid juga mampu menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Upaya meningkatkan kesejahteraan umat dapat dilakukan melalui kolaborasi DMI dengan berbagai lembaga, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga zakat, perbankan syariah, serta lembaga pemberdayaan ekonomi lainnya.
Melalui kerja sama tersebut, masjid diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan jemaah.
"Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Harmoni Indonesia tahun ini, dengan melibatkan 90 ribu responden, Provinsi Riau memperoleh nilai 7,3 dengan kategori sangat baik. Capaian tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 sebesar 6,6," kata Yan Dharmadi.
Dimensi harmoni kebinekaan mencatatkan nilai tertinggi, yakni 7,57. Sementara itu, dimensi harmoni ekonomi memperoleh nilai 7,11. Nilai ini menjadi yang terendah dibandingkan dimensi lainnya.
“Artinya, di tengah kehidupan masyarakat yang relatif harmonis, masih ada persoalan ekonomi dan kesejahteraan yang perlu kita tangani bersama,” ujar Yan Dharmadi.
Karena itu, DMI bersama para ulama, imam, khatib, dan mubalig diharapkan dapat terus menjaga kehidupan keagamaan yang damai dan menyejukkan. DMI dan para ulama juga diharapkan berperan aktif menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks, provokasi, serta berbagai isu yang berpotensi mengganggu persaudaraan dan persatuan masyarakat.
Selain persoalan ekonomi, Pemprov juga menyoroti tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali dihadapi Riau. Meski kondisi kebakaran telah dapat dikendalikan, kewaspadaan dan upaya pencegahan harus tetap diperkuat.
"Kami berharap DMI dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah karhutla melalui khutbah, ceramah, serta kegiatan keagamaan lainnya, terutama di wilayah rawan kebakaran," sebut Yan Dharmadi.
Persoalan narkoba juga menjadi perhatian. Masjid perlu semakin dekat dengan generasi muda melalui pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta kegiatan positif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, masjid dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda. Sekaligus, masjid juga dapat memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah. Tapi, masjid juga menjadi tempat membangkitkan kekuatan sosial dalam menjaga keluarga, lingkungan, dan masa depan generasi muda Riau,” tutur Yan Dharmadi.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DMI Riau atas pengabdian dan kontribusi mereka selama menjalankan amanah organisasi. Diharapkan, Muswil ke-7 DMI Riau dapat memperkuat organisasi, menghasilkan keputusan terbaik, serta melahirkan kepengurusan yang amanah.
Sehingga, DMI Riau mampu merumuskan langkah nyata untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kesejahteraan umat. “Semoga musyawarah ini berjalan lancar dan melahirkan kepengurusan yang amanah serta mampu melanjutkan pengabdian bagi umat,” tutupnya.(ckc)