RADARPEKANBARU.COM - Allah adalah Sang Pencipta Yang Mahaagung. Dia berbicara kepada kita tentang pepohonan dan tumbuh-tumbuhan yang tersebar di dataran dan pegunungan, di gurun dan lembah, di hutan dan dasar-dasar lembah, di dalam rumah maupun di bawah tanah.
Melalui penjelasan yang sarat ilmu dan kebenaran, Allah menunjukkan kepada kita salah satu rahasia keagungan-Nya.
Dia memperlihatkan keindahan ciptaan-Nya, kemutlakan kehendak-Nya, serta berbagai keajaiban hikmah-Nya yang semakin menambah keimanan dan keyakinan orang-orang beriman.
Allah juga memperlihatkan salah satu ketetapan-Nya dalam mengatur alam semesta yang luas ini, termasuk menyediakan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya hingga hari kiamat.
Ketika Allah berbicara tentang keindahan pepohonan, warna-warni buahnya, dan alam di sekitar kita, Dia mengingatkan bahwa seluruh makhluk bersujud kepada keagungan-Nya, bertasbih memuji-Nya, dan tunduk kepada hukum-hukum yang berlaku di alam semesta.
Ketika Alquran menjelaskan suatu ketetapan Ilahi tentang kenyataan alam yang dapat disaksikan dan dialami manusia di berbagai penjuru bumi sepanjang zaman, Alquran menempatkan kenyataan tersebut sesuai dengan kedudukan dan tujuan keberadaannya,
Tidak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang diciptakan secara sia-sia, bahkan seekor nyamuk sekalipun.
Lalu, bagaimana mungkin hal itu berlaku bagi pepohonan, buah-buahan, dan warna-warni alam di sekitar kita yang telah ada selama jutaan tahun?
Sementara itu, kaum materialis dan ateis mendasarkan penolakan mereka terhadap keberadaan Allah dan kebenaran penciptaan hanya pada fenomena alam, tanpa mempertimbangkan sumber keberadaan fenomena tersebut dan rahasia yang membuatnya tetap berlangsung.
Para ilmuwanlah yang merenungkan kitab yang menakjubkan ini, kemudian mengenal Allah dengan pengetahuan yang sesungguhnya.
Mereka mengenal-Nya melalui jejak-jejak ciptaan-Nya dan memahami-Nya melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya.
Dengan menyaksikan keagungan karya ciptaan-Nya, mereka merasakan kebesaran Allah yang sesungguhnya. Karena itulah, mereka benar-benar takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya.
Pepohonan memiliki perbedaan yang sangat beragam dalam hal jenis, bentuk, dan warna. Keberagaman tersebut semakin menambah keindahan dan daya tariknya.
Allah-lah yang menumbuhkan pepohonan dan tanaman dengan warna, rasa, dan bentuk yang berbeda-beda, dengan beragam jenis yang memiliki kemiripan sekaligus perbedaan.
Dialah yang menyebarkan kehidupan di bumi, menjadikannya begitu beragam, serta menyesuaikannya dengan berbagai kebutuhan yang diperlukan manusia untuk menjalani kehidupan di muka bumi.
Lantas, bagaimana mungkin manusia, ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan tersebut, justru menyerahkan penentuan tentang alam dan rahasia keindahan serta warna-warninya kepada selain Allah?
Syekh Muhammad Ash-Shalabi, dikutip dari laman resminya, Kamis (15/10/2026), buah-buahan merupakan bagian dari keindahan kebun dan taman, bahkan mungkin menjadi bagian yang paling indah di dalamnya.
Warna dan bentuknya memberikan keindahan serta keceriaan pada taman. Keberagaman buah-buahan dapat dilihat dari satu jenis ke jenis lainnya, dari satu varietas ke varietas lainnya, bahkan di antara buah-buahan dalam varietas yang sama.
Warna buah-buahan mengalami perubahan secara bertahap dan semakin beragam seiring berjalannya waktu, hingga mencapai keindahan sempurnanya ketika matang.
Allah SWT berfirman:
“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu dengan (air) itu Kami mengeluarkan hasil bumi yang beraneka macam warnanya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Fatir [35]: 27–28).
Ayat ini merupakan salah satu isyarat menakjubkan tentang alam semesta yang menunjukkan sumber asal Alquran.
Isyarat tersebut mengajak kita menjelajahi seluruh penjuru bumi untuk mengamati warna dan corak yang terdapat pada buah-buahan, gunung-gunung, manusia, hewan, dan ternak.
Dalam rangkaian kata yang singkat, ayat ini menyatukan makhluk hidup dan benda tak hidup yang ada di bumi. Hati pun dibuat terpukau oleh pemandangan Ilahi yang begitu indah, menakjubkan, dan agung, yang mencakup seluruh bumi.
Ayat tersebut dimulai dengan penjelasan tentang turunnya air dari langit dan keluarnya buah-buahan dengan warna yang beraneka ragam.
Warna-warni buah merupakan pemandangan yang begitu menakjubkan sehingga seluruh pelukis dari berbagai generasi tidak akan mampu menciptakan keindahan yang menyamainya secara keseluruhan, bahkan dalam satu aspeknya saja.
Tidak ada satu jenis buah yang warnanya benar-benar sama dengan jenis buah lainnya. Bahkan, tidak ada dua buah dari jenis yang sama yang memiliki warna yang sepenuhnya identik.
Jika dua buah yang sejenis diamati dengan saksama, akan terlihat sedikit perbedaan warna di antara keduanya.
Selanjutnya, ayat tersebut beralih dari warna-warni buah menuju warna-warni gunung. Sekilas, peralihan ini tampak mengejutkan, tetapi jika ditinjau dari sudut pandang kajian warna, hal itu terlihat wajar.
Warna bebatuan memiliki kemiripan yang menakjubkan dengan warna buah-buahan, baik dalam keberagaman maupun variasinya.
Bahkan, terkadang bebatuan memiliki bentuk dan ukuran yang menyerupai buah-buahan, sehingga batu berukuran kecil maupun besar hampir tidak dapat dibedakan dari buah jika hanya dilihat sekilas.(rep)