RADARPEKANBARU.COM - Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru masih banyak ditemukan. Antrean hingga ke badan jalan itu sering kali menimbulkan kemacetan.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois mengatakan masalah kelangkaan BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat. Tetapi, kata dia, dampaknya dirasakan oleh masyarakat secara umum.
Oleh karena itu, menurutnya masalah BBM ini perlu perhatian khusus. Ia juga melihat, persoalan ini tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh Indonesia.
"Di beberapa kota, kalau kita amati, di Jawa tidak begitu terasa. Bahasa kawan saya, mewah kalau di sana tidak ada antrean-antrean BBM. Makanya, Pekanbaru dan Riau, yang dalam artian merupakan daerah penyumbang BBM yang tidak sedikit, dengan minyak dan bahan baku yang juga tidak sedikit, perlu mendapatkan perhatian khusus," kata Rois, Jumat (2/10/2026).
Ia juga menyoroti soal antrean yang sering terjadi di beberapa SPBU. Apalagi ketika kendaraan bertonase besar ikut antre mengisi BBM. Kondisi itu bisa ditemukan di beberapa SPBU dalam kota.
"Masalahnya, kendaraan-kendaraan besar itu masuk ke dalam kota. Nah, itu yang kemudian menimbulkan antrean yang luar biasa," kata Rois.
Ia menilai, perlu perlakuan khusus untuk mengatur kendaraan besar ketika mengisi BBM. Pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi masalah ini.
"Saya pikir pemerintah perlu turun tangan mengatur mobil-mobil dengan tonase besar. Jangan sampai kendaraan-kendaraan tersebut diperbolehkan masuk ke dalam kota, termasuk dalam proses pengisian bahan bakarnya," jelasnya.
Sehingga, kata dia, kondisi ini tidak langsung berdampak kepada masyarakat secara umum, terutama masyarakat yang ada di dalam kota. "Sehingga kita tidak terus-terusan seperti hidup di daerah mana gitu. Memang pemerintah kota harus hadir," jelasnya.
Soal adanya pembentukan Satgas BBM, Rois setuju selama itu bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Ia meminta, Satgas ini segera direalisasikan agar permasalahan BBM tidak berlarut di Kota Pekanbaru.
"Saya berharap itu betul-betul direalisasikan. Sehingga kita yang katanya hidup di daerah yang atas minyak, bawah minyak, betul-betul bukan hanya sebatas slogan, tetapi benar-benar bisa dirasakan keberadaannya," jelasnya.(ckc)