Kanal

85,4 Persen Investor Saham Riau Berusia di Bawah 40 Tahun

RADARPEKANBARU.COM - Investor saham di Provinsi Riau saat ini didominasi kelompok usia di bawah 40 tahun.

Berdasarkan profil investor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, sebanyak 85,4 persen investor saham di daerah ini berusia di bawah 40 tahun.

Kelompok usia 18-25 tahun menjadi yang paling banyak, dengan porsi mencapai 36,7 persen. Disusul investor berusia 26-30 tahun sebesar 25,4 persen dan usia 31-40 tahun sebanyak 23,3 persen.

"Kalau melihat data ini, 85,4 persen peta investor Riau berusia di bawah 40 tahun," ujar Ketua BEI Riau, Emon Sulaeman, Senin (21/9/2026).

Selain berdasarkan usia, profil investor saham di Riau juga terlihat dari latar belakang pekerjaan. Karyawan swasta menjadi kelompok yang paling banyak berinvestasi di pasar saham, dengan porsi mencapai 36 persen.

Selanjutnya, pelajar menyumbang 19 persen dari total investor saham di Riau. Sementara kelompok pengusaha berada di posisi berikutnya dengan porsi 16,5 persen.

Menurut Emon, komposisi tersebut memperlihatkan bahwa investasi saham tidak hanya diminati oleh kalangan pengusaha atau masyarakat dengan tingkat pendapatan tertentu. Karyawan swasta hingga pelajar juga mulai masuk ke pasar modal.

"Profile investor Riau, 36 persen dikuasai karyawan swasta, 19 persen pelajar dan 16,5 persen pengusaha," ujarnya.

Untuk diketahui, hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di Riau mencapai 330.950 investor, meningkat signifikan dibandingkan 127.445 investor pada periode yang sama tahun 2025.

"Pertumbuhan investor di Riau masih sangat baik, bahkan tumbuh signifikan untuk investor pasar modal sebesar 260 persen jika kita bandingkan dengan pertumbuhan setahun lalu," kata Emon.

"Sementara untuk investor khusus saham, terdapat pertumbuhan sebesar 3,7 persen berdasarkan data Agustus 2026 dibandingkan pencapaian tahun 2025," imbuhnya.

Lanjut Emon, secara keseluruhan, jumlah investor pasar modal di Riau saat ini mencapai 711.432 investor. Sedangkan khusus investor saham tercatat sebanyak 202.400 investor.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas transaksi saham di Riau. Emon menyebut, transaksi saham hingga Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan rata-rata 18,7 persen per bulan dibandingkan transaksi pada 2025.

Pada 2025, total transaksi saham di Riau tercatat mencapai Rp60,4 triliun. Sementara hingga Agustus 2026, nilai transaksi telah mencapai Rp47,8 triliun.

"Kalau dilihat dari transaksi per Agustus masih tumbuh 18,7 persen rata-rata per bulan dibandingkan dengan transaksi tahun 2025. Pola investasi masyarakat cenderung bertambah, baik dari transaksi saham ataupun dari produk pasar modal lainnya," jelasnya.

Meski jumlah investor terus bertambah, Emon menyebut masih terdapat tantangan untuk mendorong lebih banyak masyarakat berani masuk ke pasar modal. Salah satunya adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap risiko investasi.

Kata Emon, masyarakat perlu memahami bahwa investasi selalu memiliki risiko yang berjalan beriringan dengan potensi keuntungan.

"Tantangan terbesar adalah bagaimana membuka mindset masyarakat untuk mulai berani mengambil risiko. Karena di balik setiap risiko tentu ada keuntungan, dan risiko-keuntungan akan selalu berjalan sejajar," jelasnya.

Karena itu, BEI Riau terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai investasi yang bijak. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng berbagai simpul masyarakat dari beragam kalangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal.

"Kami terus melakukan intervensi pengetahuan investasi yang bijak kepada masyarakat, bekerja sama dengan simpul-simpul masyarakat berbagai kalangan untuk bersama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terkhusus pasar modal," pungkasnya.(ckc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER