Kanal

Impor Riau Melonjak 111,56 Persen, Tembus US$2,07 Miliar

RADARPEKANBARU.COM - Nilai impor Provinsi Riau sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai US$2,07 miliar. Angka tersebut melonjak 111,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan kenaikan terjadi baik pada impor migas maupun nonmigas.

Nilai impor migas selama Januari–Juli 2026 mencapai US$93,20 juta, naik 24,22 persen. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$1,98 miliar atau meningkat 118,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pada Juli 2026 saja, nilai impor Riau mencapai US$199,72 juta atau naik 21,08 persen dibandingkan impor Juli 2025," ujar Asep Riyadi, Jumat (11/9/2026).

Impor nonmigas pada Juli 2026 tercatat US$183,78 juta, meningkat 31,43 persen dibandingkan Juli 2025. Sebaliknya, impor migas pada Juli 2026 sebesar US$15,94 juta atau turun 36,53 persen dibandingkan Juli 2025.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2026, komoditas kapal terbang dan bagiannya mencatat peningkatan terbesar. Nilainya naik US$779,41 juta atau sebesar 54.918,49 persen.

"Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan adalah bahan bubur kayu (pulp), yang turun US$35,95 juta atau 31,84 persen," cakapnya.

Dari sisi negara pemasok, tiga negara dengan nilai impor nonmigas terbesar ke Riau selama Januari–Juli 2026 adalah Prancis sebesar US$788,24 juta atau 39,78 persen, Tiongkok US$222,43 juta atau 11,23 persen, dan Vietnam US$187,92 juta atau 9,48 persen.

Adapun nilai impor nonmigas dari kawasan ASEAN mencapai US$407,10 juta atau 20,54 persen. Sementara dari Uni Eropa mencapai US$931,54 juta atau 47,01 persen.

Berdasarkan penggunaan barang, nilai impor barang modal selama Januari–Juli 2026 meningkat 1.265,86 persen menjadi US$949,01 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, impor bahan baku/penolong naik 23,53 persen menjadi US$1,12 miliar. Sementara itu, impor barang konsumsi meningkat 26,06 persen menjadi US$4,80 juta.

Secara nasional, neraca perdagangan Indonesia selama Januari–Juli 2026 mengalami surplus US$10,32 miliar. Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas sebesar US$10,04 miliar dan sektor migas sebesar US$281,56 juta.(ckc)

 


 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER