RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa upaya negosiasi damai di Timur Tengah masih terus berlangsung meskipun Israel dan Iran kembali saling melancarkan serangan.
Ketegangan meningkat setelah Israel dan Iran saling menyerang, memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan damai yang masih rapuh dapat runtuh. Situasi ini juga mengancam harapan untuk mengakhiri konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Bentrokan terbaru dalam beberapa hari ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata mulai berlaku pada April lalu.
Meski demikian, Trump menyatakan optimistis bahwa kedua pihak masih ingin menghindari perang yang lebih besar. Dalam unggahannya di Truth Social pada Senin, 8 Juni 2026, ia mengatakan proses menuju perdamaian masih berlangsung.
"Kedua pihak, Israel dan Iran, ingin segera melakukan gencatan senjata! Negosiasi terakhir untuk mencapai 'Perdamaian' terus berjalan, kecuali jika terhalang oleh ketidaktahuan atau kebodohan," tulis Trump, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Trump juga menegaskan bahwa blokade yang saat ini diterapkan akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan akhir antara pihak-pihak yang terlibat.
"Blokade akan tetap diberlakukan dan dijalankan sepenuhnya sampai tercapai 'Kesepakatan Final'. Semuanya seharusnya bergerak dengan cepat," ujarnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depan gencatan senjata antara AS dan Iran yang telah berlaku sejak awal April. Serangan terbaru antara Israel dan Iran menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan masih sangat rentan terhadap eskalasi.
Para pengamat menilai perkembangan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah negosiasi damai benar-benar dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih permanen, atau justru kembali memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.(rml)