RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kuwait mengecam keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap Bahrain dan menyebut tindakan tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan serta stabilitas kawasan Teluk.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Kuwait yang diunggah di media sosial X, Kuwait menilai serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan.
"Negara Kuwait mengecam dan menolak keras penargetan keji Iran terhadap Kerajaan Bahrain, sebuah eskalasi berbahaya yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap aturan hukum internasional dan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan," demikian pernyataan tersebut, dikutip Kamis, 4 Juni 2026.
Kuwait juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk tindakan agresif dan menyerukan agar eskalasi segera dihentikan untuk mencegah ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
"Kementerian menegaskan kembali penolakan tegas Negara Kuwait terhadap praktik agresif ini, menekankan perlunya menghentikannya segera dan mencegah eskalasi dan ketegangan lebih lanjut di kawasan tersebut," lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, Kuwait juga menyatakan solidaritas penuh kepada Bahrain dan mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah negara tersebut untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayahnya.
"Negara Kuwait menegaskan solidaritas penuhnya dengan Kerajaan Bahrain dan dukungannya terhadap semua langkah yang diambil untuk menjaga keamanan, kedaulatan, stabilitas, dan keselamatan wilayahnya."
Sebelumnya, militer Iran melancarkan dua gelombang serangan yang menargetkan aset-aset militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Menurut militer AS, sejumlah rudal dan drone yang ditembakkan ke wilayah Kuwait dan Bahrain berhasil dicegat atau gagal mencapai sasaran yang dituju.
Di saat yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melakukan apa yang disebut sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap Pulau Qeshm, wilayah Iran yang berada di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.(rml)