Kanal

Polisi Gagalkan Peredaran 27 Kg Sabu dan 260 Cartridge Etomidate di Meranti, Satu Kurir Ditembak

RADARPEKANBARU.COM - Aparat dari Polres Kepulauan Meranti menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di Perairan Sungai Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyuh, Senin (27/4/2026).

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 27 kilogram (kg) sabu dan 260 cartridge yang diduga mengandung zat etomidate.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan dua orang kurir berinsial K (26) dan S (38). Seorang pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha kabur saat ditangkap.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, pengungkapan ini menjadi bagian dari Operasi Antik Lancang Kuning 2026.

Menurutnya, pengungkapan ini dalam menekan peredaran narkotika lintas negara melalui jalur perairan yang rawan dimanfaatkan sindikat internasional. 

Putu menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari informasi adanya pengiriman narkotika dalam jumlah besar dari Malaysia melalui jalur perairan Selat Akar.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Meranti.

Saat dilakukan penghadangan sekitar pukul 09.00 WIB, speedboat yang membawa barang terlarang tersebut berupaya melarikan diri.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas terukur untuk menghentikan laju kapal.

"Seorang pelaku mengalami luka tembak di bagian kaki setelah mencoba menabrak petugas. Yang bersangkutan telah mendapatkan penanganan medis," kata Putu, Selasa (28/4/2026).

Bersama pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa 27 paket sabu yang terdiri atas 17 paket bermerek Chinese Pin Wei dan 10 paket bermerek Gold Leaf.

Petugas juga mengamankan 260 cartridge yang diduga mengandung etomidate dari berbagai merek, dua unit telepon genggam, satu unit speedboat, serta sejumlah tas yang digunakan untuk menyimpan barang bukti.
 
Terhadap kedua pelaku, polisi melakukan tes urine. Hasilnya menunjukkan urine keduanya mengandung methamphetamine dan amphetamine.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.*(ckc)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER