RADARPEKANBARU.COM - Insiden pembacokan yang terjadi di lingkungan UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026), menjadi perhatian serius civitas akademika. Peristiwa tersebut dinilai sebagai pengingat penting bagi mahasiswa untuk menjaga integritas, etika, dan kedewasaan dalam kehidupan kampus.
Ketua Umum Forum Mahasiswa (Forma) penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Muhammad Ikhsan, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah cerminan kegagalan institusi. Ia menyebut peristiwa itu sebagai momentum refleksi bersama bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika.
“Yang terpenting, kita tidak saling menyalahkan, tetapi menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama,” ujar Ikhsan.
Ia mengajak mahasiswa untuk memperkuat sikap akademik, meneguhkan etika, serta menjaga nama baik kampus. Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kedewasaan dalam menyikapi berbagai dinamika.
Ikhsan menekankan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak sejalan dengan nilai akademik dan integritas kampus. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan diri, mengendalikan emosi, serta membangun interaksi yang sehat antar mahasiswa.
Terkait pelaku, Ikhsan menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah dijatuhi sanksi sesuai hukum yang berlaku. Proses hukum, kata dia, berjalan secara transparan dan adil.
Ia berharap insiden tersebut menjadi momentum introspeksi bersama agar lingkungan belajar di UIN Suska Riau tetap aman, kondusif, dan bermartabat.(ckc)