RADARPEKANBARU.COM - Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Kampar, Diski, video bule yang viral menggunakan bikini di tepian Waduk PLTA Koto Panjang, Kelurahan Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, itu mengatakan bahwa persoalan ini harus disikapi dengan bijak. Kemudian dia meminta publik untuk tidak terlalu membesar-besarkan.
Menurutnya, dari video yang viral itu, ia menilai ada dua sisi. Pertama berkaitan dengan potensi wisata di Riau dan kemudian sisi sosial budaya dan keagamaan.
Dari sisi kejadian itu, kata Diski, menunjukkan bahwa Kampar memiliki daya tarik wisata yang mampu mengundang perhatian wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara.
"Namun di sisi lain, Kampar memiliki identitas kuat sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya," ujar Diski, Rabu (11/2/2026).
Ia menilai, pengembangan pariwisata harus berjalan selaras dengan norma dan kearifan lokal yang ada. Artinya, pengembangan pariwisata harus disesuaikan dengan nilai-nilai agama dansosial kebudayaan lokal.
"Yang terpenting ke depan adalah bagaimana perbaikan pengelolaan dan pengawasan objek wisata agar semua pihak bisa merasa nyaman dan memberikan dampak positif bagi daerah," tegasnya.
Karena itu, dirinya kembali menegaskan bahwa situasi ini tidak perlu dibesar-besarkan. Namun yang terpenting ke depan adalah bagaimana pengelolaan pariwisata di Riau lebih baik.
Diketahui sebelumnya, masyarakat Kabupaten Kampar mendadak heboh sejak Ahad (8/2/2026) karena adanya potongan video singkat dan beberapa foto sekelompok bule (turis mancanegara) sedang mandi di Objek Wisata Danau Rusa, Keluarahan Batubersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar yang hanya dibalut bikini dan celana dalam.
Dari penelusuran , video dan foto-foto tersebut tampaknya diunggah pertama kali oleh akun media sosial Vi Kar yang diunggah di Grup INFO KAMPAR.
Ia mengunggah sebuah vidio dan dua buah foto dan menuliskan caption “Pariwisata kampar berhasil menarik perhatian wisata asing. Apakah masih berlaku Kampar Serambih MEKAH pak Bupati.”
Tak lama unggahan ini beredar, menuai reaksi ratusan masyarakat. Berbagai reaksi kekecewaan dan kecaman ditulis masyarakat maupun tokoh masyarakat. (ckc)