Kanal

Seleksi Floorman PT Arjuna Petrogas Disorot, Peserta Lokal Nilai Proses Rekrutmen Tak Transparan

RADARPEKANBARU.COM — Proses rekrutmen tenaga kerja posisi floorman di PT Arjuna Petrogas Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Salah seorang peserta seleksi, Muhammad Iqbal, warga Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengaku merasa dirugikan dan mempertanyakan transparansi hasil seleksi yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, di Desa Mayang Sari.

Iqbal menilai mekanisme seleksi tidak disampaikan secara terbuka kepada peserta. Menurutnya, pengumuman hasil tes hanya menyatakan lulus dan tidak lulus tanpa disertai rincian nilai, bobot penilaian, maupun dasar evaluasi yang jelas.

“Kami tidak pernah diberi penjelasan detail terkait penilaian. Padahal, formasi yang dibuka hanya empat orang, sementara kebutuhan di lapangan seharusnya bisa mencapai delapan orang,” ujar Iqbal kepada awak media, Jumat (30/1/2026).

Ia juga mengungkapkan dugaan bahwa peserta yang dinyatakan lulus telah lebih dulu direkomendasikan kepada pihak internal perusahaan. Dugaan tersebut semakin memperkuat kekecewaannya terhadap proses seleksi yang dinilainya tidak objektif.

“Informasi yang kami terima, empat nama yang lulus disebut-sebut sudah direkomendasikan kepada herder PT Arjuna Petrogas Indonesia, Lucky Alhaq. Ini yang membuat kami mempertanyakan keadilannya,” katanya.

Iqbal menambahkan, secara administratif ia telah memenuhi seluruh persyaratan seleksi. Namun, hasil penilaian yang diterimanya dinilai janggal. Ia mengaku memperoleh nilai nol pada tes esai, sementara pada tes pilihan ganda ia menjawab benar 11 dari 15 soal.

“Yang mengherankan, saat saya meminta penjelasan ke panitia, justru mendapat respons bernada tidak pantas. Ini tentu bertentangan dengan asas keterbukaan,” tegasnya.

Merasa dirugikan, Iqbal mengaku telah melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Teluk Belitung dan menyampaikan pengaduan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Teluk Belitung dengan harapan dapat dimediasi secara adil dan terbuka.

“Kami hanya meminta kejelasan. Siapa yang lulus, dari mana asalnya, dan bagaimana sistem penilaiannya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT Arjuna Petrogas Indonesia membantah tudingan ketidaktransparanan. Herder perusahaan, Lucky Alhaq, bersamay Koordinator Seleksi, Teguh Suptoto, menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai prosedur.

Menurut Lucky, ujian dibagi menjadi dua tahap, yakni pilihan ganda dan esai. Koreksi soal pilihan ganda dilakukan secara terbuka di hadapan peserta melalui sistem tukar lembar jawaban, sementara penilaian esai diserahkan kepada tim teknis yang kompeten sesuai bidangnya.

“Nilai pilihan ganda diumumkan langsung setelah ujian. Untuk esai, dinilai oleh mandor atau pejabat teknis. Jika nilainya nol, berarti jawaban dinilai tidak sesuai,” jelas Lucky.

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal peserta telah menyepakati mekanisme penilaian esai yang tidak dibuka secara umum. Namun demikian, pihak perusahaan membuka ruang klarifikasi lanjutan apabila peserta ingin melihat perhitungan nilai secara langsung.

Sementara itu, Teguh Suptoto menjelaskan bahwa peserta seleksi berasal dari beberapa wilayah, yakni dua orang dari Mayang Sari, satu orang dari Bagan Melibur, dan satu orang dari Teluk Belitung. Meski demikian, data lengkap domisili seluruh peserta belum sepenuhnya diterima awak media.

Kasus ini menjadi sorotan karena rekrutmen tenaga kerja di sektor strategis seperti migas seharusnya mengedepankan prinsip keterbukaan, keadilan, dan akuntabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Peraturan Gubernur Riau terkait pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Sejumlah pihak mendorong agar aparat kepolisian bersama LAMR dan tokoh masyarakat dapat memfasilitasi dialog terbuka guna mencegah polemik berkepanjangan dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.(Harry)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER