PEKANBARU — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning (FH Unilak) melalui Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM FH Unilak) bersama organisasi kemahasiswaan se-lingkungan kampus menggelar aksi penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Jumat (5/12).
Aksi solidaritas itu digerakkan menyusul bencana hidrometeorologi yang menimbulkan kerusakan luas dan korban jiwa. Laporan media pada 6 Desember 2025 menyebutkan 883 warga meninggal, 520 orang hilang, serta ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Upaya evakuasi dilaporkan masih terkendala cuaca ekstrem dan rusaknya akses infrastruktur.
Penggalangan dana dilakukan melalui dua mekanisme, yakni aksi turun ke jalan di sejumlah titik di Pekanbaru serta donasi melalui rekening resmi organisasi. Bantuan yang terkumpul meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, selimut, dan kebutuhan logistik.
Ketua Umum DPM FH Unilak, Sandi Rahmadhana, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan panggilan moral.
“Ketika saudara kita ditimpa musibah, kita tidak boleh hanya menyaksikan. Ini bentuk nyata kepedulian,” ujarnya.
Sandi menyebut mahasiswa memiliki peran sosial di tengah masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya hadir di ruang kuliah, tetapi juga turun membantu masyarakat,” katanya.
Sekretaris Umum DPM FH Unilak, Leo Rickson, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati mahasiswa terhadap sesama.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas,” tuturnya.
Sementara itu Bendahara Umum, Alfia Azzahra Hayati, memastikan seluruh donasi dikelola secara transparan.
“Bantuan akan disalurkan melalui lembaga resmi dan dipertanggungjawabkan ke publik,” katanya.
DPM FH Unilak mengajak masyarakat, lembaga kemanusiaan, komunitas, hingga para donatur individu untuk ikut memperkuat gerakan solidaritas tersebut. Mereka berharap aksi kemanusiaan ini terus berlanjut hingga wilayah terdampak pulih.
Gerakan mahasiswa Unilak menjadi bentuk dukungan nyata dari Riau untuk Sumatra yang sedang berjuang bangkit dari bencana. (*)