Kelmi Amri, sebagai putra asli Tambusai Utara, menegaskan bahwa dirinya memahami kebutuhan masyarakat setempat. Ia menyebut Desa Rantau Sakti sebagai kampung halaman yang ingin ia bangun dengan penuh cinta.
"Tidak perlu menunggu usulan dari camat atau kepala desa. Jika diberi amanah, insya Allah, akhir tahun 2025, jalan dari Simpang Genjer hingga Tambusai Timur akan selesai diaspal," cakap Kelmi.
"Janji ini saya sampaikan karena, jika rakyat mempercayai kami, kami akan memprioritaskan infrastruktur demi kesejahteraan bersama," tambahnya.
Selain itu, Kelmi mengimbau warga agar tidak terpengaruh kampanye hitam atau hoaks yang dapat menyesatkan pemilih. Ia menjelaskan bahwa dengan jabatan bupati, dirinya akan memiliki kewenangan yang lebih besar untuk membawa perubahan signifikan, berbeda dengan saat ini sebagai anggota DPRD yang hanya bisa menjalankan program-program kecil, seperti semenisasi dan pembangunan pagar sekolah.
“Kita sangat menyayangkan jika ada pihak yang selama menjabat baru sekarang menunjukkan perhatian, seolah-olah menjadi peduli menjelang pilkada. Mereka seperti malaikat dadakan,” sindir Kelmi.
Kelmi juga mengungkapkan bahwa selama 32 hari masa kampanye, dirinya bersama Asparaini telah mengunjungi 132 titik di Rokan Hulu dan bertemu lebih dari 52 ribu warga. Pasangan “Berkelas” ini mengklaim memiliki jaringan 25 ribu pendukung yang siap bekerja bersama untuk mewujudkan pembangunan Rokan Hulu yang lebih baik.(ckc)