Pekanbaru-- Pemerintah Kota Pekanbaru membangun gedung megah Kantor Camat Tuah Madani di Jalan HR Subrantas Ujung dalam waktu dekat akan diresmikan langsung oleh PJ Walikota Pekanbaru.

Masyarakat menyambut baik gebrakan pembanguna oleh Pj Walikota, hingga nantinya masyarakat Tuah Madani tidak susah berurusan administrasi pemerintah dikarenakan sudah memiliki Kantor Camat yaang baru.
Dibalik Kemegahan Pembangunan Kantor Camat dibatas kota ini ada hal yang mengganjal dihati masyarakat dikarenakan ada rumah ibadah yang kondisinya sangat memprihatikan dan jauh dari kata layak guna. Posisnya berdampinga langsung dengan kantor megah yang baru dibangun.
.jpg)
"Sedih kami malihat kondisi mushola pemda yang terlantar tak terurus, sagat kontras dengan gedung baru" kata Aktivis mahasiswa UIN Suska Habibullah Arman saat dikonfirmasi selasa siang.
Menurut Habib ssharusnya pemimpin negri jangan hanya fukus bangun gedung perkantoran perhatikan juga rumah ibadah disana.
"Sebaiknya sebelum Kator Camat diresmikan musholah juga sudah dibenahi" tutupnya.
Pemimpin harus terpaut dengan agama.
Musholah Al Muflihun Kantor Camat Tuah Madani seharusnya dipenuhi oleh jama’ah yang ingin beribdah dekat dengan Allah SWT, namun sekarang kenapa bisa ditantarkan?
Masih menururut habib yang terpenting alangkah baiknya kedepan rumah ibadah yang didirikan tidak saja dibangun untuk sebuah hiasan belaka.
"Alangkah berkahnya bila masjid/musholah besar dan kecil yang ada, selalu di penuhi dengan jama’ah yang melaksanakan aktivitas ibadahnya"katanya.
Sungguh, mungkin negeri ini akan makmur, karena keberkahan yang terpancar dari ketakwaan umatnya.
Dalam sebuah riwayat dari al-Dar al-Quthni dari Anas bin Malik, secara marfu’ disebutkan bahwa “jika Allah menghendaki untuk mengazab suatu kaum, lalu Dia melihat kepada ahli mesjid, maka Dia tangguhkan azab itu kepada kaum tersebut”.
Seperti apapun bentuknya, rumah ibadah harus dirawat dan ‘dihidupkan’ kegiatan ta’mirnya. Menggiatkan berbagai aktivitas keagamaan yang didasari semangat penghambaan kepada Allah swt.,semoga Musholah ini akan menjadi sentra pemberdayaan dan pembinaan umat, yang pada akhirnya masjid tersebut akan memainkan fungsinya sebagai salah satu pilar kebangkitan umat.
Maka memakmurkan mushola bagi kaum muslimin, tentunya tidak hanya di bulan Ramadhan dan Jum’at saja, namun mengusahakannya di setiap waktu, terutama sholat fardhu yang lima.
Dengan begitu berarti kita juga melatih diri untuk sholat tepat waktu, dengan berjama’ah atau bersama saudara seagama, dan semakin mempererat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan dengan sesama saudara muslim.
Dalam shalat berjama’ah tidak akan ada lagi perbedaan pangkat dan jabatan, kaya ataupun miskin, kedepanya mushola Al Muflihun menjadi tempat keberuntungan bagi orang yang beribadah didalamnya.(*)