Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tingginya tingkat inflasi di Riau, yang saat ini telah mencapai 3,65 persen.
Menurut Kepala Disperindagkop UKM, Taufiq Oesman Hamid, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Riau untuk melibatkan masyarakat dalam menangani dampak inflasi.
Taufiq menjelaskan bahwa pasar murah ini menjadi solusi konkrit yang dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Dengan menyelenggarakan kegiatan ini, Pemprov Riau berharap dapat memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Bahan pokok yang akan tersedia dalam pasar murah ini melibatkan beberapa komoditas strategis seperti beras topi koki seberat 10 kg yang akan dijual dengan harga Rp 140.000, sedangkan beras belida dengan kemasan serupa dibanderol Rp 143.000.
Telur ayam dalam satu papan tersedia dengan harga khusus Rp 45.000, sementara minyak goreng berkualitas dalam kemasan 1 liter dijual seharga Rp12.500. Gula pasir premium ditawarkan dengan harga khusus Rp 13.000, dan tepung terigu dalam kemasan 1 kg dihargai Rp 11.000.
Dijelaskan, program ini sesuai arahan langsung dari Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan Sekdaprov Riau SF Hariyanto. Langkah ini diambil dalam rangka meminimalisir dampak inflasi di Riau.
Menurut Taufik, pasar murah menjadi salah satu strategi yang diimplementasikan bersama upaya-upaya lainnya yang tengah dilakukan oleh pemerintah.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Riau. Dengan menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, pemerintah berupaya memberikan solusi konkrit dalam menekan laju inflasi dan meringankan beban ekonomi masyarakat.
Selain menggelar pasar murah di Pekanbaru, Pemprov Riau juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyelenggarakan pasar murah di berbagai daerah, secara bersamaan menekan angka inflasi dan memberikan dampak positif lebih luas bagi seluruh masyarakat Riau. (grc)