RADARPEKANBARU-Konflik yang terjadi dirempang masih menjadi perhatian masyarakat khususnya masyarakat suku melayu, seperti yang dilakukan oleh Laskar Bumi Lancang Kuning langsung berkunjung ke Rempang untuk silahtuhrahmi, dan sekaligus memberikan sedikit sembako kepada masyarakat rempang sebagai bentuk kepedulian kito sesama anak bangsa Melayu.
Hal ini disampaikan oleh Panglimo Mudo Datuk Mardianto, yang didampingi olrh Datuk Timbalan yaitu Datuk Samsir S.pd.
"Kondisi di Rempang saat ini belum aman,karena kesepakatan belum ada, dan sebagian masyarkat sebagian besar masih bertahan, alhamdulillah saat kedatangan kami bisa meringankan beban masyarakat dan sambutan dari masyarakat sangat antusias" Ungkap datuk Mardianto, Panglimo Mudo Laskar Bumi Lancang Kuning.
Sementara itu datuk Samsir juga menambahkan menurutnya kondisi masyarakat Rempang saat ini masih sangat riskan karena sebagian masyarakat masih siaga menjaga kampung halamanya.
"Masyarakat saat ini masih belum bekerja dan tidak melaut karena menjaga kampung, sebelum ada kesepakatan bersama dengan BP Batam, jika ada bantuan dari luar sangat dibutuhkan sekarang" Ungkap Datuk Samsir.
Sebagai informasi konflik bermula saat ada rencana pemerintah melakukan pengembangan kawasan ekonomi baru Rempang Eco-city di Pulau Rempang, Kepulauan Riau namun mendapat penolakan sejumlah warga setempat.
Warga menolak direlokasi demi memuluskan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Penolakan pun berujung bentrok warga dengan aparat gabungan TNI-Polri
Bentrokan menjadi perhatian publik nasional setelah video penembakan gas air mata beredar di media sosial. Sejumlah anak sekolah harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena terkena gas yang membuat dada terasa panas itu.***abay/09