"Tahun 2019 sangat terasa, sangking kuatnya terpolarisasi sampai hari ini masih ada yang belum sembuh, belum move on, walaupun elitnya sudah bersatu," kata Aburrahman, Rabu (13/9/2023).
Meski demikian, dari situasi saat ini FKUB Riau memprediksi bahwa di Pilpres 2024 mendatang polarisasi yang mungkin terjadi di masyarakat tak akan separah 2019 lalu. "2024 ini prediksi kami tak separah 2019 lalu, karena incumbent sudah tak ada, walaupun rasa-rasa incumbent ada, tapi agak berbeda," katanya.
"90 persen kandidatnya tiga, jadi polarisasinya berkurang. Namun kami dari tokoh lintas agama, tetap waspadai secara dini, potensi isu agama sangat sensitif, menyinggung emosional masyarakat sangat mudah tersulut," cakapnya lagi.
Untuk itu, katanya FKUB Riau terus menerus mengedukasi masyarakat dengan tokoh lintas agama yang tergabung, agar potensi-potensi perpecahan dan gesekan di lingkup agama bisa diredam.
"Kita terus sosialisasi, dialog-dialog, kita ingin Pemilu riang gembira, bukan terjadi perpecahan apalagi dalam agama," tukasnya.(ckc)