RADARPEKANBARU- PT. Parawira Grup didemo oleh nelayan desa Gondai kecamatan Langgam kabupaten Pelalawan, aksi masa ini dikarenakan PT Parawira Grup telah mencemari sungai Mamahan.
Demonstarasi ini ditenggarai oleh Komunitas Mancing Gondai (KMG) dan Mahasiswa dan Pemuda desa Pangkalan Gondai.
"Keresahan ini sudah lama kami rasakan apa lagi akhir- akhir ini karena aktifitas perusahaan yang hampir setiap hari melakukan pengerukan parit, air lumpur dan gambut. Penggalian tersebut dialirkan kesungai Mamahan maka pada tanggal 26 Juni 2023 kami melakukan penyetopan terhadap alat berat perusahaan tersebut dan pada akhirnya persoalan ini sampai kepada dinas DLH kabupaten Pelalawan pada 17 Juli 2023" Ungkap Amizar korlap aksi.
Lanjut Amizar pihaknya setelah mendengarkan keterangan dari perwakilan masyarakat dan hasil investigasi lapangan dari dinas DLH kepala dinas DLH dengan lantang dan tegas mengatakan kalau air dari Kana/parit tersebut tidak dibenarkan dialir kan kesungai Mamahan dan meminta pihak perusahaan menutup 7 parit pembuangan tersebut.
"Harus ditutup sesuai dengan permintaan masyarakat kemudian dengan mediasi tersebut pihak perusahaan dan masyarakat menyepakati berapa poin namun PT Parawira Garup juga tak kunjung merealisasikan keputusan mediasi" Tambahnya lagi.
Amizar juga menyayangkan sikap arogansi yang diterima oleh pihaknya tersebut.
"Kami juga sangat menyayangkan sikap arogan pihak manegemen perusahaan buk Rahma selaku Humas Legal PT Parawira Grup yang tidak mau sedikit pun membuka komukasi dengan kami maka pada tanggal 05 September 2023 masyarakat langsung melakukan aksi damai kemudian lagi - lagi perusahan berjanji akan segera melakukan penutupan parit/kanal" Sesal Amizar.
Terakhir Amizar berharap persoalan ini untuk diselesaikan secepatnya karena jika tidak diselesaikan maka akan berdampak buruk untuk sungai mamahan.
"Dampak yang dirasakan para nelayan tersebut air sungai keruh dan berlumpur membuat hasil tangkapan nelayan berkurang dan yang paling kami khawatirkan pendangkalan sungai karena tertimbun lumpur" Tutup Amizar.
Sementara Rahma Humas Legal PT Parawira saat dikonfirmasi tidak memberikan keterangan terkait aksi yang dilakukan masyarakat.
"Ntar ya pak " Ungkap Rahma.***abay