Kanal

LAR Memilih WO Ketika Berunding Dengan Pihak PT SLS Karena Anggap DLH Pelalawan Tak Netral

RADARPEKANBARU- Ketua Lingkar Aktivis Riau (LAR) menolak dengan tegas menandatangani berita acara hasil verifikasi temuan pelanggaran pengalihfungsian Daerah Aliran Sungai Genduang  oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan karena dinilai menutup - menutupi kasus. Bahkan pihak LAR memilih Walk Out ( WO) dari ruangan rapat.

Berdasarkan hasil pertemuan Kelompok LAR, DLH, Gakkum dan Pihak PT Sari Lembah Subur ( SLS) di ruangan rapat Kantor PT SLS  tidak menemukan hasil yang jelas dan DLH keberatan untuk memasukan tuntututan kedalam berita acara.

"Kami dari kawan-kawan LAR menolak untuk menanda tangani berita acara yang dibuat oleh DLH dan Gakkum Kabupaten Pelalawan, karena ada beberapa yang menjadi tuntutan kami tentang pengalih fungsikan DAS pihak DLH keberatan mesukan tuntutan kami" Tutur Ketua LAR Endri Lafranpane, Selasa (15/08).

Lanjut Endri saat melakukan pengumpulan data dilapangan memang terbukti bahwa PT SLS melakukan pengalih fungsikan DAS Genduang di dua titik, namun alhasil apa yang menjadi tuntutan LAR tidak bisa di akomodir.

"Sangat benar, bahwa dari hasil pengumpulan data kita dengan DLH dan Gakkum Kabupaten Pelalawan terbukti PT SLS melakukan pelanggaran pengalih fungsikan DAS Genduang, kita mintalah kepada Kepala Dinas DLH untuk tegas dalam penegakan hukumnya. kalau seperti ini kami menduga adanya persekongkolan DLH dengan pihak PT SLS untuk menutupi persoalan ini" Ungkap Endri.

Adapun yang menjadi tuntutan LAR yaitu:

1. Tutup Operasional PKS 1 PT SLS
2. Mengembalikan Fungsi Sungai Seperti Semula.
3. Timbun kembali kanal yang merupakan pengalih fungsikan DAS menuju PKS 1 PT SLS.
4. Berikan Sanksi dan denda sesuai aturan yang berlaku, serta pidananya.

Sementara itu SHE PT SLS, Antonius saat dilokasi rapat mengatakan dirinya akan menurut apa - apa yang disarankan oleh DLH Kabupaten Pelalawan.

" Kita minta mediasi dari pihak DLH agar nantinya semua persoalan jadi terang benderang tidak ada kecurigaan, bahkan kami membawa bapak - bapak batin kesini bertujuan untuk mencari fakta karena saya baru dua tahun disini maka perlu saksi hidup dan kami tidak mau salah dalam menghimpun data dan fakta dilapangan" Tutur Antonius singkat.
***abayanjay
 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER