RADARPEKANBARU.COM - Libur panjang merupakan momen yang tepat untuk berekreasi bersama keluarga, dimana sejak 25 Juni 2022 lalu, siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di Pekanbaru, Riau sudah memulai libur sekolah hingga 11 Juli 2022 nantinya.
Sebagian warga Pekanbaru mengisi waktu libur sekolah dengan melakukan perjalanan ke luar kota, mengunjungi sanak saudara sekaligus berpiknik dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata.
Berdasarkan pantauan Riautribune, terminal Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, sejak beberapa waktu lalu mulai dipadati penumpang.
Terminal bus kelas I tersebut, didatangi penumpang yang akan berlibur ke beberapa kota di luar Riau, seperti provinsi Sumatera Utara (Sumut), dimana rombongan yang datang mulai dari usia kanak-kanak, dewasa, hingga lansia.
Di terminal tersebut, Perusahaan otobus (PO) bus tujuan provinsi Sumatera Utara memang beroperasi pada sore hari. Di antaranya, PO ALS, PO Makmur, PO Putra Pelangi, PO Medan Jaya, PO Sempati Star, dan PO Bintang Utara.
Salah seorang penumpang PO Sempati Star yang ditemui Riautribune pada Senin menjelang malam (27/6/2022), Robert Sianipar yang merupakan siswa di salah satu SMA di Pekanbaru mengatakan bahwa ia memilih libur ke luar kota lantaran ingin mudik ke kampung orangtuanya.
Momen libur sekolah bulan Juni tersebut menurutnya adalah masa libur panjang yang bisa ia manfaatkan untuk menemui keluarganya setelah 2 tahun tidak pulang ke kanpung halaman. Hal tersebut dikarenakan pemerintah telah melonggarkan sejumlah aturan terkait Covid-19.
"Saya kan disini ngekost. Sudah 2 tahun saya tidak pulang ke rumah keluarga di Medan karena pandemi COVID-19. Ini kan aturan protokol kesehatan mulai dilonggarkan, memang tetap harus memakai masker tapi tidak seketat sebelumnya," ungkap Robert.
Untuk perjalanan liburannya, Robert mengaku sengaja memilih transportasi darat dikarenakan tarif tiket yang lebih murah bila dibandingkan dengan menggunakan tranportasi udara.
"Kalau naik bus lebih murah. Kemarin beli tiket via online 250 ribu rupiah. Kalau naik pesawat cek di situsnya bisa 1.500,000 rupiah," jelasnya
Senada dengan Robert, keluarga Manullang yang juga hendak melakukan perjalanan liburan ke luar kota mengatakan bahwa mereka berencana menghabiskan masa liburan di kota Parapat Kabupaten Simalungun, dikarenakan mereka merasa membutuhkan liburan dari aktifitas rutin harian.
"Dua tahun tak ada pergi kemana-mana, jadi mumpung anak-anak libur sekolah dan pemerintah juga sudah kasih ijin, kami liburan dulu lah. Ini mau ke Siantar dulu, baru nanti ke Parapat," kata Manullang ditemani anak istrinya.
Ia mengaku lebih memilih transportasi darat terkait biaya tiket yang bisa dijangkaunya dibandingkan dengan tiket transportasi udara.
"Kalau via udara (pesawat) mahal kali nanti tiketnya. Karena kami kan berlima, saya, istri saya dan anak tiga. Yang paling kecil aja sudah SMP, mana ada potongan harga kalau lewat udara," papar Manullang sambil tertawa.
"Ya paling lama di jalan lah, kalau itu tak jadi masalah. Lagi pula kan bus nya ada ac," tutup Manullang.(rtc)