Ada Korban Meninggal ,Warga Sebut Pagar SD 141 Sudah Dua Pekan Miring

Dibaca: 3103 kali  Rabu,14 November 2018
Ada Korban Meninggal ,Warga Sebut Pagar SD 141 Sudah Dua Pekan Miring
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Kejadian robohnya pagar tembok SDN 141 Pekanbaru, Jalan Tengku Bey, ternyata sudah lama diprediksi oleh warga. Pasalnya sudah sejak dua pekan yang lalu pagar tersebut sudah mulai miring dan terus bertambah.

 

Seperti yang disampaikan oleh Maidir, warga yang berdagang di dekat pagar tersebut bahwa kemiringan pagar terus bertambah sejak sepekan yang lalu. Bahkan hal ini juga sudah dilaporkan ke Kepala Sekolah SDN 141.

 

"Kami sudah sampaikan ke sekolah soal pagar miring ini. Sudah dilakukan peninjauan tapi belum dilakukan perbaikan," kata Maidir. Maidir juga sudah membuat kertas peringatan tentang pagar yang mirinv tersebut.

 

Karena sebelumnya pagar ini memang banyak dijadikan tempat mangkal pedagang kaki lima. "Awalnya pagar ini tingginya hanya 1 meter, tapi ditambah tingginya hingga hampir dua meter. Soalnya banyak anak-anak belanja lewat pagar itu," kata Maidir.

 

Tak hanya warga sekitar, dipagar tersebut juga sudah ditempel pengumuman terkait pagar yang rawan roboh ini. "awas pagar mau roboh" bunyi pengumuman diatas kertas yang dipasang diatas pagar tersebut.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ,pagar SD 141 Pekanbaru, Jalan Tengku Bey, Simpang Tiga, sekitar pukul 07.00 roboh dan menimpa beberapa orang warga dan juga siswa di sekitar. Akibat musibah tersebut, untuk sementara dua orang diperkirakan meninggal dunia yakni siswa SD 141 dan siswa SMA 14.

 

Sementara itu sekitar sepuluh orang luka-luka dan lima unit motor mengalami kerusakan. Salah satu saksi mata dan juga korban dari kejadian ini, Rahma, mengatakan bahwa kejadian ini terjadi secara tiba-tiba. Tanpa ada bunyi gemuruh sebelumnya, tembok sepanjang 15 meter dan tinggi 2 meter ini roboh.

 

"Saya pulang mengantar anak saya naik motor dan tiba-tiba pagarnya roboh menimpa saya yang tengah naik motor," ujar Rahma. Beruntung Rahma masih sempat menyelematkan diri. Dengan dibantu oleh warga sekitar ia berhasil merangkak keluar dari reruntuhan tembok pagar tersebut.

 

Hingga saat ini petugas masih membersihkan sisa reruntuhan. Sementara korban jiwa dan luka berat telah dievakuasi ke rumah sakit. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian dan sekolah terkait hal ini.(ckc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »