AS Khawatir 100 Ribu Anak Hidup Tanpa Vaksin

Dibaca: 3902 kali  Jumat,12 Oktober 2018
AS Khawatir 100 Ribu Anak Hidup Tanpa Vaksin
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merilis ada pertumbuhan kecil terhadap anak-anak di Amerika Serikat (AS) yang tidak mendapat vaksin penyakit apapun. Kondisi itu mengkhawatirkan para pejabat kesehatan setempat.

 

Dilansir di NBCNews pada Kamis (11/10), berdasarkan data diperkirakan ada 100 ribu anak yang belum divaksinasi terhadap salah satu dari 14 penyakit yang direkomendasikan. Meskipun angka itu bagian kecil dari delapan juta anak yang lahir dua tahun terahir, tetapi tren ini mengkhawatirkan pejabat kesehatan.

 

“Ini cukup memprihatinkan. Ini adalah sesuatu yang perlu kita pahami dengan lebih baik, dan menguranginya,” kata peneliti dari CDC dr. Amanda Cohn. Sebagian besar anak-anak atau 70 persen telah mendapat vaksinasi. Temuan baru pada 2017 menunjukkan, sebanyak 1,3 persen anak yang lahir pada 2015 tidak mendapat vaksin.

 

Persentase itu naik 0,9 persen dari data serupa pada anak yang lahir pada 2011. Anak-anak kecil sangat rentan terhadap komplikasi dari penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin. Beberapa yang terserang penyakit, dapat berakibat fatal. Sebuah studi CDC menemukan, tingkat vaksinasi secara keseluruhan untuk anak-anak usia TK bertahan dengan persentase 95 persen.

 

Sayangnya, para peneliti tidak bertanya mengapa orang tua tidak memvaksinasi anaknya. Minoritas yang signifikan dari mereka tidak memiliki cakupan asuransi kesehatan. Para pejabat kesehatan mengaku terkejut, sebab program pemerintah tidak membayar asuransi untuk vasin anak-anak.

 

Namun, mayoritas mendapat vaksin yang diasuransikan pemerintah. Beberapa ahli tidak dapat menyimpulkan permasalahan yang terjadi. Namun, mereka menilai salah satu faktor adalah salah persepsi orang tua tentang keamanan dan pentingnya vaksinasi.

 

Dilansir di The Washington Post pada Kamis (11/10), persentase anak di bawah usia dua tahun yang belum menerima vaksinasi jumlahnya empat kali lipat dalam 17 tahun terakhir. Secara keseluruhan tingkat imunisasi tetap tinggi dan tidak banyak berubah di tingkat nasional.

 

Peningkatan baru-baru ini dalam skeptisme vaksin dan penolakan langsung terhadap vaksinasi, melahirkan komunitas anak yang tidak divaksinasi lebih rentan terhadap penyakit dan menimbulkan risiko kesehatan.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »