Kampar Angler Pasang Larangan Meracun Ikan di Danau PLTA

Dibaca: 2378 kali  Senin,23 Juli 2018
Kampar Angler Pasang Larangan Meracun Ikan di Danau PLTA
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Komunitas Kampar Angler tidak hanya berkutat pada kegiatan sport fishing atau olahraga memancing namun juga bergerak untuk mengkampanyekan pelestarian alam. Salah satu adalah memasang plang himbauan larangan meracun ikan. Ahad (22/7/2018) komunitas ini memasang plang imbauan di Dermaga Tepian Mahligai yang terletak di bibir Danau PLTA Koto Panjang di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

Dari pantauan di Dermaga Tepian Mahligai, pemasangan plang imbauan ini dipimpin Ketua Kampar Angler Pendi Afrianto,SH didampingi Pembina Kampar Angler Asnin Pardomuan, ST. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma dan sejumlah staf.

Di dalam plang imbauan ini disampaikan tentang larangan menggunakan bahan peledak, bahan beracun dan aliran listrik atau accu dalam mencari ikan sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 1985 tentang Perikanan Pasal 6 Ayat 1 dan Pasal 24 dengan ketentuan pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 100 juta. "Ancaman pidananya jelas. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga populasi ikan di Danau PLTA Koto Panjang," ujar Ketua Kampar Angler Pendi Afrianto .

Ia menyebutkan, untuk menjaga kelestarian ikan di danau ini, maka ke depan perlu ditertibkan jenis alat penangkap ikan yang berkemungkinan besar dapat merusak populasi ikan. Ia mengaku telah melihat langsung ada penggunaan alat tersebut. Berkaitan komunitas yang ia pimpin ini, Pendi mengungkapkan, komunitas ini memiliki pengurus sebanyak 40 orang dan member mencapai 1.000 orang. Komunitas ini telah memiliki SK dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan akte notaris.

"Dalam akte notaris ada ada AD/ART yang bergerak dibidang pariwisata dan lingkungan hidup, sosial, perikanan dan khusus bidang sport fishing atau olahraga memancing," ujar pria yang akrab disapa Pendi ini. Salah satu program Komunitas Kampar Angler adalah kegiatan pemasangan plang himbauaan dilarang menyentrum, menggunakan bahan peledak dan bom sesuai Undang-undang Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 1985 tentang Perikanan.

Ia mengatakan, pemasangan plang himbauan di Dermaga Tepian Mahligai ini adalah yang ketiga kali setelah di Desa Alam Panjang Desa Rumbio Jaya dan Desa Rantau Kasih di Bantaran Sungai Kampar Kiri. Setelah kegiatan ini, Kampar Angler akan melanjutkan kegiatan shooting untuk acara Mancing Liar di MNC TV yang dilaksanakan di Danau PLTA Koto Panjang dan di Desa Siabu, Kecamatan Salo.

"Setelah ini kami memancing di Siabu, promosikan alam di Siabu, diantaranya air terjun dan termasuk ikan endemik di Sungai Lipai. Kalau spesifiknya ikan gadi atau masher," terang Pendi. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar siap mendukung kegiatan-kegiatan Kampar Angler terutama dalam menjaga kelestarian alam dan upaya memajukan pariwisata Kampar termasuk dalam merangkul salah satu tv nasional MNC TV yang melakukan shooting pengambilan gambar dan adudio di Kabupaten Kampar.

"Ini salah satu upaya untuk mempromosikan wisata Kampar. Semangat mereka agar Kampar semakin maju dan masyarakat bisa merasakan dampaknya," ucap Zulia Dharma. Lebih lanjut Zulia Dharma mengatakan, saat ini Pemkab Kampar berupaya memajukan pariwisata dari sisi pembinaan terhadap sumber daya manusianya.

Salah satu pelatihan untuk anggota kelompok sadar wisata dan guide. "Dalam waktu dekat ada kerjasama dengan Pemerintah Provinsi, tanggal 26 Agustus di Stanum ada pelatihan untuk Pok Darwis dan guide. Terimakasih kepada kepada Pak Fahmizal, Kepala Dinas Pariwisata Riau," katanya. Pada tahun 2019 mendatang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar merencanakan akan melakukan kegiatan serupa.(ckc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »