Puluhan Warga Kemuning Inhil Diduga Keracunan Pecal

Dibaca: 3012 kali  Sabtu,21 Juli 2018
Puluhan Warga Kemuning Inhil Diduga Keracunan Pecal
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Diduga keracunan pecal, puluhan remaja di Dusun Lintasan Jalai, Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, Selasa (17/7/18) sempat dirawat di Puskesmas. Keracunan massal ini, berawal pada hari Selasa (17/7/18) sekira pukul 20.00 WIB, bertempat di rumah Sujari di RT 04 Dusun Lintasan Jalai Desa Keritang dilaksanakan yasinan remaja yang diikuti sebanyak kurang lebih 18 orang remaja.

Kegiatan yasinan tersebut dilaksanakan seminggu sekali secara bergantian di rumah masing-masing peserta yasinan. Sebagaimana biasanya, setelah selesai membaca surat yasin secara bersama-sama, tuan rumah menyajikan hidangan alakadarnya kepada peserta pembaca surat Yasin.

Kebetulan hidangan yang disajikan oleh tuan rumah pada malam kejadian berupa pecel yang terbuat dari campuran daun ubi, kacang panjang, genjer, kecambah dan lontong dengan bumbu yang dibeli dari pasar Keritang. "Setelah rangkaian kegiatan membaca surat yasin selesai, masing-masing peserta pulang, dan tidak lama kemudian peserta yasinan yang makan sajian berupa pecel tersebut satu persatu mulai merasa mual, muntah-muntah, badan panas dan kepala pusing," ungkap Kapolres Inhil AKBP Christian Putra SIK MH melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Lilik Surianto SST SH, Jum'at (20/7/18) malam.

Karena hal tersebut dialami oleh mereka yang mengikuti yasinan, maka mereka menduga keracunan makan pecel di rumah Sujari. Satu persatu korban mulai dibawa ke Puskesmas yang mudah jangkauannya yakni ke Puskesmas Siberida, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Inhu.

Selanjutnya 4 personil unit Reskrim Polsek Kemuning dan Kanit Intelkam IPDA Taat Priyanto menuju puskesmas Siberida untuk melakukan pengecekan dan interogasi kepada korban dan tuan rumah pelaksana yasinan yang kebetulan tidak keracunan. "Keterangan petugas piket Puskesmas menjelaskan bahwa korban dirawat berjumlah 21 orang, kondisi para korban saat ini sudah semakin membaik," ujar Lilik. informasi terakhir, sebagian masyarakat yang keracunan tersebut sudah membaik dan kembali ke rumah masing-masing.(rtc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »