Golkar Kampar Tangkap Penyebar Selebaran yang menjelek-jelekan Annas Maamun

Marak Kampanye Hitam di Kampar

Dibaca: 17743 kali  Sabtu,23 November 2013
Marak Kampanye Hitam di Kampar
Ket Foto : Seorang warga Kampar diserahkan Partai Golkar Riau ke Gakumdu. Ia ketangkap basah menyebarkan seleberan yang menyerang Cagubri Annas Maamun.(istimewa)
Bangkinang, (radarpekanbaru.com)-kampanye hitam melalui selebaran gelap marak terjadi di kampar, baru-baru ini TIM sukses Anas Makmun salah satu calon Gubernur Riau mendatangi Panwaslu Kampar. Kedatangan Tim Sukses calon Gubernur nomor urut dua ini untuk melaporkan penyebaran selebaran gelap yang berisi menjelek-jelekkan pasangan tersebut yang dilakukan oleh salah seorang warga di desa Kampung Panjang Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar pada Rabu malam (20/11/13) lalu.

Tak tanggung-tanggung Ketua DPD Partai Golkar Kampar Ahmad Fikri langsung melaporkan kasus penyebaran selebaran gelap pada Jum'at (22/11/13) itu ke Panwaslu Kampar didampingi beberapa orang kader Partai Golkar Kampar.

Menariknya saat membuat laporan kasus penyebaran selabaran ke Panwaslu Kampar ini, M Yanis selaku pelaku penyebar selebaran gelap itu juga tampak hadir begitu juga salah seorang saksi Anasril warga Desa Kampung Panjang Kecamatan Kampar Utara.

Saat tiba di Panwaslu Kampar Ketua DPD Partai Golkar Kampar Ahmad Fikri langsung diterima oleh Kepala bagian Hukum dan penindakan laporan Panwaslu Kampar Dela Reza Pahlevi dan Sekretaris Panwaslu Kampar Rosyidi untuk membuat laporan.

Usai membuat laporan Ketua DPD Golkar Kampar Ahmad Fikri kepada wartawan Jum'at (22/11/13) mengungkapkan bahwa tujuan dirinya datang ke Panwaslu Kampar untuk membuat laporan terkait penyebaran selebaran gelap yang dilakukan oleh salah seorang warga di desa Kampung Panjang Kecamatan Kampar Utara.

"Selebaran itu isinya jelas-jelas menjelekkan calon Gubernur Riau dari Partai Golkar dan ini tidak bisa ditolerir untuk kita membuat laporan ke Panwaslu Kampar untuk segera ditindak lanjuti,"tegasnya.

Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tersebut," Semua itu fitnah dan tidak benar, sekali lagi kami mengharapkan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan hal-hal tersebut,"tuturnya.

Dikatakannya sebelum membuat laporan ke Panwaslu Kampar, ia terlebih dahulu telah melakukan komunikasi dengan Kapolres Kampar." Setelah melakukan komunikasi dengan Bapak Kapolres Kampar beliau menyarankan untuk membuat laporan ke Panwaslu Kampar karena menurut Bapak Kapolres Kampar di Panwaslu Kampar sudah ada Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dengan keanggotaannya terdiri dari Panwaslu Kabupaten Kampar, Polres Kampar dan Kejari Bangkinang.," terangnya.

Sementara itu M Yanis selaku penyebar selebaran gelap tersebut kepada wartawan mengakui perbuatannya," Saya mengakui bahwa benar saya yang menyebarkan selebaran gelap itu, karena saya tidak tahu akibat dari perbuatan saya ini,"ujarnya.

"Sekali lagi saya mengakui perbuatan saya itu dan apa yang saya lakukan ternyata salah dan saya siap dipenjarakan, sebab saya tidak ada bermaksud untuk menjelek-jelekkan Pak Anas, makanya saya berani hadir disini," ujar M Yanis dengan berlinang air mata.

Kemudian M Yanis menceritakan awal dirinya memperoleh selebaran itu yang ia dapat dari salah seorang warga yang bernama M Rais."Selebaran itu saya terima dari Bapak M Rais sebanyak lima lembar, kemudian selebaran itu saya perlihatkan kepada warga yang berada di sebuah warung kopi didesa Kampung Panjang,"ujarnya.

Diungkapkannya disaat melihat kan selabaran tersebut ternyata di warung itu ada salah seorang warga yang juga kader Partai Golkar yakni Anasril,"Melihat selebaran itu Pak Anasril kaget dan melarang saya untuk menyebarkannya, dan beliau mengambil satu lembar selabaran itu dan empat lembar lagi saya bakar, karena beliau memberitahukan bahwa perbuatan saya ini salah,"urainya.

"Sekali lagi saya tegaskan saya tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan Pak Anas, karena ketidak tahuan saya makanya saya seperti ini saya hanya petani yang tak tahu apa-apa,"ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu Divisi Oraganisasi dan SDM Panwaslu Kampar, Edwar kepada riauterkinicom menyatakan bahwa Panwaslu Kampar sudah menerima laporan tersebut," Kita sudah menerima laporannya dan akan kita pelajari dan segera untuk ditindak lanjuti,"tuturnya.(ram/rtc)


Editor : Alamsah


Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »