Hasto Ingatkan Perjuangan Megawati Pimpin Arus Bawah

Dibaca: 2028 kali  Senin,23 April 2018
Hasto Ingatkan Perjuangan Megawati Pimpin Arus Bawah
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan sejarah perjuangan Ketua Umum partai berlambang banteng moncong putih itu, Megawati Soekarnoputri. Dia mengatakan Megawati yang pernah memimpin arus bawah. Hasto bercerita tentang bagaimana peristiwa yang pernah menimpa Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996.

Ketika itu, rezim yang berkuasa berupaya melemahkan pergerakan demokrasi arus bawah yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Saat itu, dia mengatakan, masyarakat bisa melihat bahwa kebebasan berserikat dan berkumpul dibatasi oleh pemerintahan yang otoriter. Dia mengatakan Megawati berjuang sebagai pemimpin politik dan kenegarawanan.

"Seorang pemimpin yang menjadi penyambung lidah rakyat," kata dia pada acara peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Banten, Ahad (22/4). Melihat rakyat tidak bisa bicara dan dibungkam, dia mengatakan, Megawati menempuh risiko politik agar rakyat kembali berdaulat dalam menentukan pemimpinnya.

Sikap politik Megawati yang berpihak pada demokrasi arus bawah, menurut Hasto, menimbulkan reaksi dari penguasa Orde Baru. Puncaknya, dia menambahkan, terjadi penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli. Namun begitu, upaya tersebut tak melemahkan tekad perjuangan dalam menentang otoritarianisme.

"Ibu Megawati memimpin pergerakan demokrasi arus bawah. Oleh karena itulah dilakukan berbagai rekayasa politik dan puncaknya pada tanggal 27 Juli 1996 ketika kantor PDI saat itu diserang, dihancurkan oleh pemerintahan yang otoriter," imbuhnya. Hasto menjelaskan begitu pentingnya keberadaan kantor partai sebagai sarana konsolidasi.

Karena itu pada peristiwa 27 Juli, Orde Baru memilih menghancurkan lebih dulu kantor PDI, dengan target akan membuyarkan konsolidasi pergerakan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. "Karena itulah mengapa kantor partai diserang, karena kantor partai adalah simbol kedaulatan partai, kantor partai adalah rumah rakyat, kantor partai adalah pusat merancang peradaban Indonesia.

Karena itulah PDI Perjuangan terus memerbaiki diri dengan melakukan kaderisasi dan menindak tegas bagi pelaku korupsi," ujar Hasto. Dalam konteks spirit mengikuti tekad dan perjuangan Megawati itulah, dia mengatakan, PDI Perjuangan harus benar-benar menjadikan kantor partai sebagai rumah rakyat.

Tidak hanya itu, kantor partai juga harus menjadi pusat kebudayaan. Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang yang mulai dibangun nanti harus menjadi wadah dalam membangun kedekatan bersama rakyat. Dengan dmeikian, apa yang diajarkan oleh Bung Karno, yakni politik sebagai upaya membangun peradaban atau Dedication of Life terwujud. Begitupula dengan politik yang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa dapat terwujudkan.

"Maka dalam berpolitik itu, kita harus sesuaikan dengan jiwa dan kepribadian bangsa, jiwa dan kepribadian bangsa, yakni Pancasila. Kita harus membumikan itu," tuturnya. Plh DPC PDIP Kabupaten Tangerang Irvansyah mengatakan, pembangunan Kantor DPC Kabupaten Tangerang diibaratkan layaknya kisah legenda Sangkuriang.

“Begitu turun perintah, langsung kita kerjakan,” kata dia dalam sambutannya. ?Dia mengaku meminta pembangunan selesai dalam empat bulan. Dia menambahkan pengerjaan kantor itu menggunakan teknik modern dan pabrikasi. “Menggunakan baja ringan, tak perlu banyak tukang. Semoga dengan adanya pembangunan kantor ini, semua kader bisa yakin memenangkan pilkada, pileg, maupun pilpres 2019," tuturnya.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »