Banyak petinggi BRK dari orang yang bermasalah, ada narapidana dan dinyatakan gila masih menjabat

Dibaca: 3065 kali  Selasa,10 April 2018
Banyak petinggi BRK dari orang yang bermasalah, ada narapidana dan dinyatakan gila masih menjabat
Ket Foto : RS Jiwa

RADARPEKANBARUCOM-Saat ini bank-bank sedang melakukan perubahan struktur dari dana mahal ke dana murah. BRK justru masih sibuk menutupi sejumlah kasus korupsinya?

Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Anggoro Eko Cahyo menjelaskan saat ini bank memang sedang melakukan perubahan struktur dari dana mahal ke dana murah.

"Kebanyakan bank sedang restruktur dana murah, kan awal tahun seperti ini ekspansi kredit belum terlalu tinggi. Itu artinya dia tidak butuh dana terlalu besar. Jadi kalau ada deposito yang jatuh tempo ya dilepas," kata Anggoro di Gedung BI, Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip dari detikcom, Senin (9/4/2018).

Bank setara BNI saja berpikir dalam mengali dana dan menyesuaikan dengan kebutuhan ekspansinya, bagaimana strategi Bank RaiuKepri (BRK)? 

Jika OJK mengatakan kinerja BRK baik , kembali saya tegaskan tolong tunjuk ajarkan saya ! Saya tidak mau di bodohi dengan cara menutup  nutupi kondisi real tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi kepada Radar (9/4) malam.

Menurut Suhardiman bahwa pihaknya masih menunggu jawaban untuk kasus bobolnya BRK, dan banyak pejabat BRK dari orang-orang yang bermasalah, malah ada narapidana dan gila masih bekerja padahal yang bersangkutan di bebaskan bukan karna masa penahannya yang habis tapi keluar dengan surat keterangan gila. 

Hebat, Ojk masih bisa katakan BRK sehat?

"Saya minta sampai hari ini pada BRK  untuk memberikan bukti sewa kantor jakarta dan perjanjian sewanya karena saya telah melakukan kunjungan langsung dan mengetahui berapa pasaran sewa di lokasi tersebut." katanya.

Ojk dan pemrov masih katakan sehat?

"Subhanallah, apa yang akan terjadi sama negeri ini jika banyak orang yang tidak amanah. Kita buka saja satu persatu data keuangan terus kita publish biar masyarakat yang jadi jurinya. Masyarakat Riau sudah pintar, semakin berbohong semakin sulit nantinya, saya hanya minta pengakuan jujur." tegas Suhardiman. (radarpku)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »