Suhardiman : Pernyataan Masperi sama dengan membiarkan kita menunggu kehancuran BRK

Dibaca: 3512 kali  Senin,09 April 2018
Suhardiman : Pernyataan Masperi sama dengan membiarkan kita menunggu kehancuran BRK
Ket Foto : Konfrensi Pers OJK Riau

RADARPEKANBARUCOM-Pernyataan Masperi tentang Bank Riau Kepri (BRK) merupakan salah satu yang memberikan kontribusi disaat dana APBD tidak seperti dulu lagi, sejalan dengan pemikiran saya,yang saya sayangkan apakah pemegang saham mengetahui kondisi real dimana seharusnya pemegang saham tau deviden yang diterima jauh dari layak.

Demikian diungkapkan, Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi kepada Radar, (9/4) malam.

"Bukan sekedar yang penting ada, pemegang saham harusnya dukung saya agar kinerja Bank ini lebih optimum, saya kritis dan mengkritisi BRK adalah sebagai kecintaan saya sebagai putra daerah yang berkeinginan besar memperbaiki BUMD yang saya lihat dari angka angka kinerja jauh dari wajar," katanya.

Menurut Suhardiman Asisten II Setdaprov Riau Masperi mungkin tidak menyadari seharusnya laba yang wajar itu pertumbuhannya jauh di bawah rata rata Bank daerah dengan asset yang sama.

"Pak Masperi juga mungkin perlu saya beritahukan bahwa pemda selaku pemegang saham jangan dengar bicara yang indah-indah saja tapi lihat lah rata rata pertumbuhan laba BRK jika dibandingkan dengan BPD lainnya," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan jika pemegang saham merasa itu telah optimal memang perlu kiranya pemegang saham belajar tentang perbankan dengan objektive dan cerdas.

BRK yang dulunya tempat Bank daerah lain belajar sekarang rasanya perlu belajar pada Bank daerah lain seperti NTB. Dan para pemegang saham sebaiknya mencari orang yang mampu memberikan pemahaman dengan baik, Masferi mungkin perlu memeriksa dengan cermat tentang BUMD di Riau , karena ada BUMD lain yang memiliki asset Rp 100 miliar hanya mampu memberi laba Rp.500 juta seperti PT.PER.

"Tolong anda cermat pak dalam mengawasi BUMD karena pengurus BUMD seperti BRK semua jago bersilat dan jika bapak Masperi biarkan kita tunggu kehancuran BRK dan BUMD lainnya dan bapak ikut bertanggung jawab," tanya Suhardiman.

"Saya yang mempelajari dengan baik trend pertumbuhan BRK menyatakan BRK memiliki kinerja yang buruk , pak Masperi harus tau BRK itu bobol di Dalu-dalu berkisar Rp 250 miliar , Sorek Rp 60 miliar, Syariah Duri Rp 50 miliar , Tembilahan Rp 90 miliar , saya heran dengan OJK yang jadi corong BRK yang mengatakan kinerja bagus! Pertanyaan saya tolong di jawab tertulis ,dan saya yakin OJK berbohong dan melakukan pembohongan publik, tolong tunjukan kinerja yang mana yang baik,  nanti kita buktikan secara data . OJk bertanggung jawab terhadap buruknya kinerja BRK," tegasnya.

Masperi Klaim Bank Riau Kepri Berikan Kontribusi Untuk Riau

Sebagaimana diketahui Asisten II Setdaprov Riau Masperi juga ikut mengomentari persoalan yang tengah dihadapi oleh Bank Riau Kepri. Terlebih lagi adanya pemberitaan yang mengatakan bahwa Bank Riau Kepri akan bangkrut dua tahun mendatang.

Dia mengatakan bahwa Pemprov Riau yang merupakan pemegang sama pengendali Bank Riau Kepri, bank tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak sumber pendapatan yang pihaknya harapkan. 

"Kemudian Bank Riau Kepri ini juga telah memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Riau sejak 52 tahun yang lalu," kata Masperi, Senin 9 April 2018.

Kemudian, dari sisi yuridis formal dalam hal UU Perbankan, kata Masperi yang punya otoritas adalah OJK. Dan pihaknya menilai bahwa Bank Riau Kepri sampai hari ini masih cukup sehat. 

"Dari sisi pemegang saham, pengawasan terhadap Bank Riau Kepri ini kami lakukan dari berbagai aspek. Aspek utama melalui RUPS dan pada saat RUPS kita bedah satu persatu kinerja hingga keuntungan dalam rangka pundi pendapatan daerah," jelas Masperi.

"Ini sudah komitmen kita semua. Bank Riau Kepri saat ini masih menjadi kebanggaan Provinsi Riau, reputasinya cukup baik," lanjut dia.

Dia menilai, aspek teknis yang telah diberikan oleh OJK sudah memberikan kejelasan bahwa Bank Riau Kepri masih sehat.

"Dari sisi perbankan dan sisi perseroan OJK punya otoritas yang cukup. OJK yang dapat menyatakan bank itu menjadi layak atau tidak," tutup Masperi. (radarpku)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »