OJK klaim BRK tak ada masalah,

Suhardiman : apa perlu saya bongkar semua penyakitnya? 

Dibaca: 3323 kali  Senin,09 April 2018
Suhardiman : apa perlu saya bongkar semua penyakitnya? 
Ket Foto : Konfrensi Pers OJK

RADARPEKANBARUCOM - Konfrensi Pers hari ini tidak menunjukan hasil yang memuaskan, tidak menjelaskan permasalahan yang dipertanyakan , OJK justru klaim BRK sangat sehat, kredit tumbuh 30 persen.

"Pertumbuhan kredit BRK dalam 5 tahun terakhir sebesar 30,17 persen dengan Non Performing Loan (NPL) hanya 1,11 persen," kata Kepala OJK Riau, Yusri, senin (9/4/18) di Pekanbaru.

Yusri memgaku tidak melihat sinyal bahwa BRK akan bankrut. Disisi modal dan laba masih bagus. Ia yakin, BRK akan terus tumbuh dan berkembang tentunya dengan pengawasan yang kuat dan dukungan masyarakat semakin tinggi.  "Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap Bank Riau Kepri," katanya.

Komisi III DPRD Riau, tantang OJK jawab secara tertulis.

OJK mohon jawab saja secara tertulis pertanyaan yang kami berikan. DPRD  berharap OJK bukan jadi corong BRK , malah kita berharap OKK rajin menegur BRK dan bila perlu berkantor dulu di BRK sampai NPL baik.

"Karena NPL yang tinggi membuat laba pemda menurun artinya deviden pemda masih tertahan dan tidak optimal, " kata Sekretaris Komksi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi.

Menurut Suhardiman, memenggal kalimat untuk mengkaburkan masalah sudah sering terjadi di negeri ini , hal ini  karena kekurang pahaman para pihak tentang apa yang saya kejar selama ini.

"Saya tidak pernah mengatakan kalau BRK akan tutup 2 tahun lagi, tapi saya mengatakan kalau BRK tidak diurus dengan benar 2 tahun lagi akan tutup, OJK saya pikir tidak perlu takut atau terkesan membela, indikator apa yg menyatakan kinerja BRK baik?, kata Suhardiman.

Suhardiman mempertanyakan pertumbuhan kredit sejak Dirut yang baru berapa persen pertumbuhan rata rata? dan pertumbuhan dana rata rata berapa serta komponen apa yang tumbuh serta siapa yg mendepositokan uang di BRK? berapa banyak deposan yang mendepositokan uangnya?

"Itu dapat kita semua lihat dari grafik yang saya buat bebeapa waktu yang lalu," tutur Suhardiman.

Lebih lanjut Suhardiman mengatakan bahwa OJK yang menerapkan kinerja berbasis resiko , resiko apa yang sedang dihadapi dan dialami oleh BRK, berapa banyak kantor yang bobol?

"Saya sebutkan yang besar-besar saja seperti dalu dalu berkisar Rp 240 miliar dimana pemimpin cabangnya mengakui pada BAP yang dilakukan audit internal BRK, cabang sorek Rp 60 miliar dimana kredit yang katanya diberikan pada petani sawit ternyata dipakai oleh koperasi Kopsa Peta, Cabang Syariah Duri yang bobol berkisar Rp 50 miliar  dan pemimpin cabangnya lari , cabang Bangkinang yang memberikan kredit berkisar Rp 10 miliar dimana sewaktu pengikatan penguasaan lahan tidak di kuasai debitur dan baru sekarang di kuasai apakah benar prosesnya , namun pemimpin cabangnya yg sarjana ekonomi malah promosi menjadi divisi hukum walau ia juga melanggar aturan yang akhirnya di gugat pisah oleh isterinya." jelas Suhardiman.

Selanjutnya Cabang Pasar Utama yang memberikan kredit buat pembagunan jembatan di mentawai senilai berkisar Rp 5 miliar dimana pemenang mengunakan perusahaan orang lain dan oleh pemilik perusahaan uang tersebut diambil untuk membiayai proyek yang lain di mentawai, dan pemimpin cabang nya promosi menjadi pemimpin divisi, lalu pemimpin cabang utama sebelumnya memberikan kredit KPR di daerah kulim dimana tanah bersengketa kredit cair rumah tidak selesai.

Ada lagi pemimpin kedai sail yang memberikan kredit konsumtif untuk KPR dimana jaminan di keluarkan sementara kredit belum lunas. 

"Apa semua penyakit perlu saya ungkap biar masyarakat tau ada apa dengan ojk dan BRK, pada rekan rekan yang  hari ini ukut pers konfrens saya mengajak bahwa saatnya teman teman mau memperbaiki asset pemda tersebut , mari membuka nurani kita dalam mengungkap kebenaran," kata politisi asal Kuansing ini.

Mari Memperbaiki BRK

Kita ingin memperbaiki BRK dengan menempatkan orang yang tepat dan mampu membuat BRK lebih baik.

"Karena bagi saya angka-angka yang di publikasikan pada media tentang neraca keuangan dan laporan rugi laba BRK menjadi bukti bukan award , untuk apa award menutupi menara BRK kalau kinerjanya biasa biasa aja, terbayar besar pemda jika hasilnya tidak optimum, kita mengkritisi demi BRK yang jaya," tutup Suhardiman. (radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »