Sekretaris Komisi III DPRD Riau Laporkan Akun Website Penyebar Hoax ke Divisi CyberCrime Mabes Polri

Dibaca: 8415 kali  Sabtu,07 April 2018
Sekretaris Komisi III DPRD Riau Laporkan Akun Website Penyebar Hoax ke Divisi CyberCrime Mabes Polri
Ket Foto : Foto Ilustrasi (Mabes Polri Amankan Seorang Lelaki di Pekanbaru Terkait Saracen)

RADARPEKANBARUCOM-Berita hoax terkait tuduhan anggota DPRD Riau melakukan perzinahan akan di laporkan ke Divisi Cyber Crime Mabes Polri.

"Saya akan pertimbangkan untuk melaporkan salah satu akun penyebar hoax di Riau," kata  Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi,sabtu (7/6) sore.

Menurut Suhardiman dirinya merasa terhina ketika dituduh oleh salah satu akun media online yang menyebarkan berita hoax menuduh dirinya berzina padahal wanita yang diberitakan adalah istrinya yang sah secara agama islam.

"Kami sudah konsultasi dengan penegak hukum, bahwa isu-isu hoax memang menjadi atensi Polri," katanya.

Penyebaran berita palsu belakangam masif dilakukan melalui dunia maya oleh salah satu akun website yang menyerang pribadi Suhardiman, ketika dirinya gencar mengkritik Bank RiauKepri.

Berikut wawancara Radar dengan Suhardiman Ambi terkait dirinya diduga menjadi korban berita hoax.

Radar : anda merasa tidak terima dikritik media? 

Suhardiman : catat ya bukan dikritik, namun difitnah. Kalau dikritik saya bisa terima namun ini lebih kepada skenario jahat untuk menghancurkan saya.

Saya menikahi perempuan baik-baik, kenapa kami difitnah berzina. Saya menikah dengan Suci Nitia Edwar (istri kedua,red) mendapat restu dari orang tuanya.

Radar : apa sebenarnya yang terjadi ?

Suhardiman : sudah saya jelaskan pada wawancara sebelumnya. Namun sedikit saya ulang-ulang, ini berawal dari pekerjaan saya yang kebetulan di Komisi III DPRD Riau yang tengah menyoroti kinerja Bank RiauKepri. 

Investigasi DPRD Riau menemukan sejumlah permasalahan di Bank milik daerah ini. Kami bersuara agar kinerja manajemen BRK diperbaiki bahkan kami sarankan agar dilakukan perbaikan total agar Bank ini tidak gulung tikar.

Membongkar skandal BRK seolah berbalas pantun dengan cara-cara yang keji oleh oknum BRK melalui pengacarannya.

Radar : bisa anda jelaskan dengan lebih rinci? 

Suhardiman : tim kami menemukan upaya-upaya untuk mengemboskan perjuangan pembenahan BRK oleh DPRD Riau melalui berita-berita hoax menyerang pribadi.

Mereka kasak-krusuk membalas dengan menyerang pribadi rumah tangga saya. Namun permainannya kasar tidak sulit untuk menelusuri pelaku dibelakang layar penyebaran berita bohong itu.

Memanfaatkan situasi memecah belah rumah tangga saya. Terbukti ketika istri saya Hj.Yulia mendadak dijadikan objek, modusnya oknum pengacara memberikan jasa pendampingan hukum, seolah dibuat sebuah drama melawan saya. Padahal istri saya tidak faham urusan hukum namun digiring untuk melaporkan saya ke kepolsek dalam kasus poligami. Pengacara ini adalah orang yang sama juga merangkap penasehat hukum di BRK.

Semua dibungkus secara politik dan rekayasa, seolah terjadi pengrebekan terhadap teroris. Kasus ini sebenarnya merupakan pidana persekusi namun diputar seolah saya yang dipojokan di tuding melakukan zina. Ini penghinaan terhadap saya dan keluarga istri saya.

Sebenarnya tidak ada istilah pengrebekan, ini hanya semacam penggiringan opini melalui media. Karena tidak mungkin saya tinggal serumah dengan seorang wanita melakukan perzinahan. Apalagi disana juga ada orang tua wanita yang tinggal serumah dengan saya.

Malam itu kebetulan saya tidak dirumah, namun di tuduh melarikan diri oleh media yang pengelolaannya juga ada tertulis nama Asep Ruhiat.

Keluarga istri saya juga merupakan orang yang tau agama dan dari keluarga baik baik juga berasal dari negri sijunjung yang beradat ,tidak mungkin kami dibiarkan berzina.

Cara-cara pengacara BRK, Asep Ruhiat dan media online RiauBook juga membuat tersinggung keluarga besaristri saya, Suci Nitia.

Keluarga besar masyarakat sijunjung Sumatra Barat Pekanbaru serta mamak (paman,red) istri saya juga tidak terima keponakannya dizalimi dengan dituduh berzina oleh media online.

Saya juga merupakan seorang datuk di tanah melayu ini, tindak tanduk saya juga terikat adat. Pantang terinjak benang arang, saya juga harus menjaga amanah sebagai datuk. Jauh -jauh dari zina.

Saya sudah kroscek bahwa istri saya Hj.Yulia hanya dimanfaatkan oknum, beliau orang yang baik tidak pernah mengatakan bahwa saya berzina. Namun memang dia belum bisa menerima saya berpoligami hanya itu saja.

Awalnya saya sudah memaafkan Asep Ruhiat, namun berulang-ulang ia bermanuver, semut saja kalau diinjak terus pasti menggigit.

Radar : kalau anda merasa keberatan dengan pemberitaan kenapa anda tidak melayangkan hak jawab saja? 

Suhardiman : hak jawab tidak perlu, apalagi bagi website yang motivasinya jelas ingin menjatuhkan saya. RiauBook bukan terkategori media online/perusahaan pers yang terverifikasi di Dewan Pers. Maka penyelesaian sengketanya bukan mengacu pada delik pers namun berlaku delik pidana umum di kepolisian.

Kecuali bagi pers yang terdaftar di Dewan Pers maka penyelesaian melalui Dewan Pers.

Silahkan saja dibuktikan apa benar ada rekaman berita yang mengatasnamakan istri saya Hj.Yulia mengatakan saya berzina?, jika tidak ada rekaman atau vidio pernyataan saat peristiwa persekusi malam itu maka mereka pengurus RiauBook akan dijerat pidana UU ITE.

Saya sudah print semua berita dan nama-nama pengelola akun RiauBook.com.

Radar : terkait penyesaian dengan BRK? 

Suhardiman : kami akan terus menyuarakan agar BRK di benahi dan menghilangkan praktek KKN.

Jika tidak ada perubahan terpaksa saya yang laporkan langsung ke KPK.

Pengelola Akun RiauBook.com ternyata Timses Firdaus.

Radar Pekanbaru mencoba menelusuri searcing di halaman pengelola redaksi akun RiauBook ternyata didapati sejumlah nama Faisal Sikumbamg, Timses Cagub Firdaus.

Namun belum jelas apakah Faisal Sikumbang adalah orang yang sama dengan yang terdaftar di KPU selaku Timses paslon Firdaus-Rusli Effendi.

Faisal Sikumbang belum memberikan klarifikasi terkait keterkaitannya dengan akun RiauBook.com. 

Radar mencoba mengunjungi kantor SPS Riau tempat biasa Faisal Sikumbang berkumpul,namun hasil nihil. Menurut keterangan narasumber beliau lebih banyak keluar kota mendampingi sosialisasi Firdaus MT.

Berikut tercatat juga nama Asep Ruhiat pengacara BRK dalam kepengurusan RiauBook.com.

(radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »