Waduh! BLH Inhil Sebut 58 Persen Kebakaran di Lahan Perusahaan

Dibaca: 16735 kali  Jumat,21 Maret 2014
Waduh! BLH Inhil Sebut 58 Persen Kebakaran di Lahan Perusahaan
Ket Foto :
TEMBILAHAN, RADARPEKANBARU.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil melansir sekitar 58 persen terdeteksi di areal 20 perusahaan perkebunan di Indragiri Hilir.

Data ini disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Inhil, Encik Kamal Syahindra saat rapat rutin pimpinan daerah baru-baru ini di Makodim 0314/ Inhil.

"Sepanjang rentang dari bulan Januari sampai 14 Maret ini ditemukan 270 titik api di Inhil, sebanyak 156 titik ditemukan di areal perusahaan perkebunan" jelas Encim Kamal.

Berdasarkan identifikasi tata guna lahan, titik-titik api ini tersebar di 17 kecamatan di Inhil.

Dengan persentase, di areal perkebunan perusahaan sebesar 58 persen, areal peruntukan lain (APL) sebesar 26 persen, hutan tanaman industri sebesar 10 persen dan hak pengusahaan hutan (HPH) sebesar 6 persen.

Berdasarkan catatan riauterkinicom, memang beberapa kasus Karhutla yang terjadi Inhil berawal dari kebakaran lahan di areal perusahaan perkebunan yang akhirnya merembet ke areal perkebunan, bahkan menghanguskan puluhan rumah warga.

Seperti kebakaran di Dusun Kampung Danau Simpang Kanan, Desa Simpang Gaung, Kec. Pelangiran, Sabtu (22/2/14) lalu yang menghanguskan 90 rumah warga setempat. Keterangan polisi sumber api dari kebakaran lahan di areal PT Surya Perkasa Agung (PT SPA).

Kemudian kebakaran Karhutla di Desa Gembira, Selasa (25/2/14) lalu yang menghabiskan puluhan hektar perkebunan kelapa petani setempat. Pengakuan Kepala Desa Gembira, Bunyamin, kobaran api berasal dari areal konservasi PT Bina Duta Laksana (PT BDL).

Termasuk Karhutla di lahan milik PT Surya Agrindo Mandiri (PT SAM), Selasa (17/2/13) lalu di Parit Minang dan Parit 6 Kel. Sungai Salak, Kec. Tempuling. Dalam kebakaran lahan yang berlokasi di Blok V44 dan Blok V43 ini menghanguskan lebih kurang 35 hektar lahan.

Sayangnya, tidak diketahui kelanjutan hasil dari penyelidikan Karhutla di lahan-lahan perusahaan ini, apakah karena ada unsur kesengajaan dari perusahaan atau memang faktor alam. Walaupun selama Karhutla mengganas, telah menelan 'korban' tiga petani yang ditangkap karena disangkakan melakukan pembakaran lahan, termasuk di areal perusahaan.(rp/rt)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »