Irvandi Gustari Rangkap Jabatan Presiden IMA,

Suhardiman Ambi : Parah Kinerja Dirut BRK Minus Hingga 78,04 persen

Dibaca: 8973 kali  Jumat,30 Maret 2018
Suhardiman Ambi : Parah Kinerja Dirut BRK Minus Hingga 78,04 persen
Ket Foto : Foto (Ilustrasi)

RADARPEKANBARUCOM-Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari merangkap Presiden IMA Chapter Pekanbaru yang citranya selalu memperoleh award ,ternyata kinerjanya ada minus hingga 78,04%.

Demikian diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi, kepada Radar, Jumat (30/3) sore.

Menurut Suhardiman yaitu di komponen dana lebih rincinya dana dari GIRO. Namun ada peningkatan yang sangat signifikan di Deposito .

"Kita ingat dulu sewaktu sejumlah Bank kesulitan liquiditas dan Bank bank yang bermasalah semua rata-rata berusaha melakukan penghimpunan dana besar-besaran dengan menawarkan deposito dan komponen dananya dana mahal seperti yang sedang berlangsung di Bank Riau Kepri," katanya.

Suhardiman mengatakan Bank yang tutup dan beku operasi rata rata menjelang tutup mereka melakukan penghimpunan dana dari dana mahal ini.Dengan tingkat resiko yang tinggi apalagi jika tidak di kelola dgn benar dan baik.

"Jadi bagi saya bukan suatu kebanggaan atau prestasi dengan kinerja Bank Riau Kepri , saya malah mewanti wanti dan mewarning BRK karena modal mereka pemda yang punya dan saya selaku anggota dewan yang dipercaya masyarakat memiliki amanah utuk mengawasi," tutur Suhardiman.

Lebidiman lanjut Suhardiman mengatakan merasa Bank Riau Kepri sangat tidak koorporative dan cendrung merasa hebat juga menyepelekan dewan karena hingga hari ini apa yang Komisi III DPRD Riau minta tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Mereka hanya memberikan buku annual report, padahal itu bisa kami buka di internet. Saya ingatkan BRK ini sudah surat yang ketiga kami layangkan yang ditanda tangani langsung oleh Ketua DPRD Riau jika mereka masih juga menutup diri saya akan terus kejar dan suarakan dan terakhir saya laporkan ke aparat hukum," jelas Suhardiman.

DPRD Riau tidak main-main dengan hal ini karena karena anggota Dewan duduk menjadi wakil rakyat mempunyai tanggung jawab pada masyarakat Riau.

Irvandi Gustari Hanya Pandai Pencitraan

Banyak kegiatan di aula dang merdu yang saya fikir juga dengan kepentingan pencitraan dimana terakhir saya dengar IMA (Indonesia Marketing Association,red) melakukan kegiatan di menara dang merdu tersebut,apa dampak dari kegiatan tersebut bagi Bank Riau Kepri ?

"Kalau memang dirut itu presiden IMA harusnya kinerja di unit pemasaran (dana dan kredit) mampu tumbuh dengan baik," kata Suhardiman.

Menurut Suhardiman kalau cuma mendatar saja grafiknya ngak usah jadi presiden lah jadi Dirut saja dan bawa BRK ke arah yang lebih baik dari sebelumnya , Bank lembaga keuangan yang bersifat humanis sebagai seorang marketing bagi seluruh karyawan dan manajemen harusnya bukan memposisikan diri mudah untuk ditemui bukan seperti birokrat yang berlapis penjagaan dan prosedur.

"Siapa yang mau datang kalau urusannya seperti menghadap tuan besar. Dalam buku CEO LOGIC karya C.Ray Johnson terbitan BIP pada halaman 271 dikatakan pada pada masa sulit dan perubahan haluan, cocokan obat dengan penyakit jangan buat penyakit baru, sebagai seorang yang katanya berkompetensi di marketing buktikan dengan angka bukan cerita dan tulisan yang kadang di sadur dari tempat lain tanpa membuat sumber," kritik Suardiman.

Komisi III DPRD Riau akan kawal habis BRK demi kebaikan dan akan mengawasi setiap pengunaan anggaran biaya BRK demi masyarakat.

Suhardiman berharap agar oknum petinggi BRK berhentilah membuat sesuatu yang tidak bermanfaat karena BRK itu seharusnya hadir sebagai pengerak ekonomi masyarakat bukan hanya pegawai negeri, kontraktor pemda dan koperasi petani sawit .

Komisi III DPRD Riau menemukan banyak dana BRK bobol antara lain melalui koperasi petani sawit ,terakhir di sorek dimana ada kredit pada koperasi KOPSA PETA yang katanya untuk masyarakat tapi ternyata dipakai oleh perorangan dan masyarakat sendiri kaget saat ditanya apa mereka punya hutang di bank , mereka katakan tidak tapi nama mereka ada dalam perjanjian kredit di Bank Riau Kperi Sorek.

"Mudah-mudahan kasus yang ditanggani Polda Riau itu tidak berhenti atau jalan ditempat kalau itu terjadi ya saya akan layangkan surat untuk mempertanyakan hal tersebut, karena saya tau ada oknum brk yg rajin memohon pada penyidik utk mengendapkan kasus kasus brk dari divisi hukum brk sendiri," tegas Suhardiman. (radarpku)

 

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »