Membuka Tabir Mega Skandal, DPRD Segera 'Angket' Bank Riau-Kepri

Dibaca: 12925 kali  Kamis,22 Maret 2018
Membuka Tabir Mega Skandal, DPRD Segera 'Angket' Bank Riau-Kepri
Ket Foto : Demo beberapa waktu yang lalu, Laskar Mahasiswa Melayu Desak Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Bank Riau Kepri

RADARPEKANBARUCOM -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau segera menggunakan hak angket dalam rangka menghadapi pihak manajemen Riau Kepri ( BRK) yang tidak bergeming ketika dilakukan pemangilan secara tertulis sebanyak tiga kali.

Sebuah hak untuk melakukan penyelidikan yang dimiliki oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpaksa kami lakukan terhadap manajemen Bank Riau-Kepri.

Demikian disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi, kamis  (22/3) sore.

Menurut Suhardiman, pihaknya menduga bahwa BRK melakukan penyimpangan dalam praktek pelaksanaan suatu undang-undang dalam kebijakan yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada keberlangsungan masa depan BRK.

"Surat panggilan ketiga sudah kita layangkan hari ini," tuturnya.

Masih menurut Suhardiman bahwa Dirut BRK telah melakukan pembangkangan terhadap lembaga DPRD Riau.

"Pembangkangan BRK semakin hebat. Jika sudah ketiga tak juga di kirim data yang diinginkan maka kita akan serahkan ke aparat hukum. Dan tidak tertutup kemungkinan DPRD menggunakan Hak interpelasi atau angket," kata Suhardiman kembali menegaskan.

Dewan Endus Skandal BRK

Sebagaimana diketahui sebelumnya Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau mengendus adanya praktik membangun Dinasti di Bank Riau Kepri semenjak Direktur Utama Irvandi Gustari menjabat sebagai pucuk pimpinan di Bank Pelat Merah ini.

Puncak dari aduan ini sejak bergulirnya surat pengunduran diri hampir 90 an karyawan Bank Riau Kepri yang menunggu proses pengesahan dari Manajemen dan mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Direktur Utama BRK. Dewan mencium ada yang berjalan tidak baik dalam menajemen Bank Riau Kepri. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Rabu (21/3) kemarin.

"kan baru-baru ini kita dengar terjadi pengunduran diri hampir 90 an karyawan Bank Riau Kepri serta mutasi besar-besaran di jajaran Manajemen", jelasnya.

Dewan menerima aduan adanya aroma KKN di tubuh Bank kebanggaan masyarakat Riau ini. Tanpa proses seleksi atau fit and proper test, kapasitas jauh dari harapan. Dimana kolega, teman-teman dan sahabat karib ditempatkan pada jabatan strategis. Sedangkan karyawan potensial diduga di nonjobkan.

Menurut Suhardiman,"sudah terjadi semacam Dinasti barulah yang ditegakkan di Bank Riau Kepri. Artinya Bank Riau Kepri sudah digunakan untuk kepentingan pribadi, jauh dari harapan untuk kepentingan daerah.

Diterangkannya lagi,"kita meminta sesegera mungkin dilakukan audit investigasi dan kinerja oleh Pemegang Saham", terang Politisi Hanura ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber Internal BRK sendiri, Direktur Utama Bank Riau Kepri menempatkan beberapa keluarga, saudara dan koleganya.

Dalam hal ini dapat dikroscek langsung dimana Irvandi Gustari memiliki sepupu di Divisi Human Capital (MSDM) dengan jabatan Pinbag berinisial RSD, adiknya di Divisi Treasuri berinisal RN, FT diketahui sebagai adik ipar yang menjabat Pinbag Rumah Tangga di Divisi Umum dan keponakannya tanpa assestment ditunjuk menjadi Pimpinan Kedai di Sei Kijang serta saudaranya yang berinisial KK menjabat Sekretaris Direksi. Sehingga ada anekdot BPD itu adalah singkatan Bank Pertalian Daerah.(radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »