LE Gagal Faham Terkait Penggunaan Istilah 'Membangkitkan Batang Tarandam' di Acara ILC

Dibaca: 17339 kali  Sabtu,03 Februari 2018
LE Gagal Faham Terkait Penggunaan Istilah 'Membangkitkan Batang Tarandam' di Acara ILC
Ket Foto : Lukman Edy Cagubri 2018

RADARPEKANBARU.COM – Ada yang menggelikan dari tayangan live Indonesia Lawyers Club (ILC) tadi malam, Selasa 30 Januari 2018. Acara yang dipandu oleh Karni Ilyas tersebut mengambil tema “Dwi Fungsi Jenderal” yakni memperdebatan langkah Kemendagri yang ingin mengangkat Jenderal Polri sebagai Plt Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Pada kesempatan berbicaranya, Lukman Edy (LE) yang juga merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Wakil Ketua Komisi II DPR RI, dan juga calon gubernur RIau ini membuka bicaranya dengan berpantun,

“ILC tersohor karena bang Karni, selalu diikuti pemirsa sampai larut malam, melibatkan TNI dan Polri dalam demokrasi, seperti membangkitkan batang terendam.”

Sontak Karni Ilyas menunjukkan ekspresi heran sambil tertawa. Istilah “Batang Tarandam” yang dipantunkan LE sangat tidak tepat dan tidak nyambung agaknya juga dipahami oleh Karni Ilyas yang merupakan putera Minangkabau.

“Kalau membangkitkan batang tarandam berarti TNI Polri wajib dibangkitkan dong,” tanya Karni sembil tertawa.

LE yang tampak dengan ekspresi bingung lalu menjawab spontan “mana yang wajib kita bangkitkan dan mana yang tidak wajib kita bangkitkan itu harus kita pisahkan,” jawab LE blunder.

Yang aneh dan bertolak belakang justru terdapat pada uraian pembicaraan LE, dimana ia mengatakan bahwa amanat Reformasi adalah dengan mencabut dwi fungsi ABRI yang dimana Polri termasuk didalamnya. LE juga mengatakan Reformasi adalah penguatan supremasi sipil.

Dari pernyataannya, tampak sekali bahwa LE memang tidak memahami filosofi “membangkitkan batang tarandam” dan selalu salah mengintepretrasikan filosofi itu secara berulang-ulang. Beberapa kali LE menyebut istilah itu untuk pernyataan yang tidak tepat, seperti:

“Apakah melanggar UUD 1945 ketika kita membangkitkan batang tarandam itu tadi..?” pertanyaan LE yang ia jawab sendiri dengan penegasan bahwa TNI Polri dilarang berpolitik.

Untuk diketahui, filosofi “Membangkitkan Batang Tarandam” dalam masyarakat Minangkabau adalah “Membangkitkan kembali marwah/kehormatan yang telah lama terpendam/terabaikan karena suatu keadaan.” Harusnya jika LE tidak setuju dengan bangkitnya hak politik TNI dan Polri, istilah membangkitkan batang tarandam tentu tidak tepat dan hanya menjadi bahan tertawaan saja bagi orang-orang yang mengerti makna filosofis dari pepatah Minangkabau tersebut.

Tapi LE tampaknya tidak menyadari kekeliruannya terbukti dengan lebih dari 3 kali ia menggunakan kalimat “membangkitkan batang terendam” yang tidak tepat penggunaannya.

“Membangkitkan batang terendam ini adalah bahagian dari mengganggu konsolidasi demokrasi kita yang sudah berpindah dari prosedural menuju demokrasi substansial.” kata LE mengulangi kekeliruannya.

Pernyataan-pernyataan LE juga dinilai blunder saat berbicara demokrasi prosedural dan demokrasi substansial dengan contoh hal-hal sepele.

“Konsolidasi demokrasi kita yang sekarang ini dikelola oleh komisi 2, zaman sudah berpindah dari sekedar demokrasi prosedural ke demokrasi substansial, dan juga merubah norma-normanya bergeser kearah substansi. Maksudnya demokrasi prosedural ini Bupati dilantik secara ontime, kepala daerah yang dipilih melalui pilkada dilantik juga secara ontime.” papar LE.

Diakhir pembicaraanya, Karni Ilyas juga kembali menyinggung kekeliruan LE dengan mengira LE berada dipihak yang pro TNI/Polri berpolitik terkait istilah membangkitkan batang tarandam yang memang mengandung makna positif, atau persetujuan atas kebangkitan dari kejatuhan.

“Ya itu tadi paparan demokrasinya Lukman Edy, tapi saya bingung, saya kira tadi dipihak kanan ternyata dipihak kiri,” ucap Karni sambil tersenyum dan disambut gelak tawa yang ada di studio ILC.

Seperti diketahui, hak politik TNI/Polri mengalami kejatuhan sejak dimulainya era Reformasi di negara ini dengan mencabut dwi fungsi ABRI dan mengembalikan prajurit ke barak. (visiriau)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »