Pertumbuhan Ekonomi Riau Rendah se Indonesia

Dibaca: 6556 kali  Senin,29 Januari 2018
Pertumbuhan Ekonomi Riau Rendah se Indonesia
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Salah satu kandidat bakal calon Gubernur Riau, Ir Lukman Edy mengatakan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau terbilang rendah.

 

Bahkan secara nasional pertumbuhan ini terendah dari semua daerah yang ada di Indonesia. Lambannya pertumbuhan ini telah berlangsung sejak empat tahun belakangan ini.

 

Dulu kata dia, Bacalon Gubri yang diusung oleh PKB dan Gerindra ini menyebutkan jika pertumbuhan ekonomi Riau pernah menembus angka sembilan persen pertahun.

 

“Tapi entah kenapa sejak empat tahun belakangan ini hanya dua persen saja pertahun,” ucap Lukman Edy di Telukkuantan, Ahad (28/1/18).

 

Ditambahkanya, Riau yang dulunya terkenal mentereng dan jadi percontohan bagi daerah lain kini mengalami kemunduran yang drastis sejak empat tahun belakangan ini. Pertumbuhan ekonominya hanya dua persen. “Kita dulunya batangnya batang timbul, tapi sekarang sudah menjadi batang terendam.

 

Inilahlah menjadi tugas kita untuk membangkitkan kembali batang terendam itu karena potensi kita sangat besar sekali,” ajak Lukman Edy. Riau itu kata dia, sebenarnya sangat kaya sekali.

 

Diatas minyak dan dibawah minyak. “Tetapi kenapa kok pertumbuhan ekonominya paling kecil seluruh Indonesia. Hanya dua persen saja. Lebih kecil dari Jambi yang tidak mempunyai sumber daya alam. Kita lebih kecil dari Bengkulu yang 60 persen nya adalah wilayah hutan. Kita lebih kecil dari Nusatenggara Timur yang daerahya kering tampa ada tumbuhan.

 

Apa sebabnya. Jadi ini yang harus kita pahami bersama,” ungkapnya. Selama Empat tahun Ini Provinsi Riau Tidak Menganggarkan Bantuan Dana Desa. Lukman Edy juga membeberkan, sejak empat tahun belakangan ini ternyata pemerintahan Provinsi Riau tidak ada mengalokasikan bantuan dana desa dari Provinsi.

 

Mestinya APBD Provinsi Riau harus ada karena sesuai dengan amanat UU NO 6 Tahun 2014 tentang desa. Seharusnya kata dia pemerintahan provinsi harus menganggarkan setidaknya Rp1 miliar, pemerintahan pusat Rp1 miliar dan pemerintahan kabupaten juga demikian.

 

“Nah dengan dana inilah bisa menggenjot pembangunan di tingkat desa, termasuk membiayai sekolah-sekolah atau pesantren yang ada di desa itu,” tuturnya. Tapi faktanya, sebut dia, sejak empat tahun belakangan ini pemerintahan Provinsi Riau tidak ada sepersen pun mengalokasikan bantuan untuk desa ini.

 

Dia menyebutkan jika dirinya terpilih kelak akan mengalokasikan bantuan untuk desa sebesar Rp1 miliar. Hal ini agar desa bisa maju dan berkembang pesat.*(rtn)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »