Pemprov Berharap Semua Elemen Masyarakat Ikut Ciptakan Suasana Kondusif

Dibaca: 13344 kali  Kamis,25 Januari 2018
Pemprov Berharap Semua Elemen Masyarakat Ikut Ciptakan Suasana Kondusif
Ket Foto : Gubernur pada saat acara Rakor Kesbangpol beberapa waktu lalu di Bengkalis

RADARPEKANBARU.COM - Dalam dua tahun kedepan, Provinsi Riau akan menghadapi tahun politik, Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan wakil Gubernur, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Oleh karena itu Gubernur mengajak masyarakat Riau untuk menjaga kekompakan dan kondusif.

"Kita tentu berharap, dengan forum pembaharuan bangsa yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh lintas etnis, akademisi dan lembaga sosial lainnya untuk turun kelapangan menjelaskan kepada anggotanya dan masyarakat Riau, tentang pentingnya menjaga kondisi yang kondusif, "ujar Andi Rachman sapaan akrabnya Gubernur.

Karena menurut Gubernur, belum selesai proses Pilgub, Riau sudah mulai tahapan pilpres dan pileg. Kondisi ini hendaknya lanjut Gubernur jangan sampai mengganggu proses pembangunan. Pembangunan tetap jalan, pendidikan, kegiatan jual beli lanjut, kegiatan keagamaan berjalan lancar dan rutinitas masyarakat seperti biasa.

Apalagi saat ini Provinsi Riau sedang gencarnya membangun berbagai infrastruktur, merangkai infrastruktur jalan antar kabupaten, jembatan, pembangunan sarana pendidikan.

Berbagai proyek strategis nasional seperti jalan tol pekanbaru dumai, kareta api, pembangunan air bersih durolis ( dumai, rohil dan bengkalis) serta berbagai pembangunan lainnya.

"Tentunya, saya mengajak kita semua menguatkan kembali semangat saling menghormati, tolong -menolong, persaudaraan dalam suku agama dan ras. Bila kita bersatu, apa yang kita cita-citakan akan mudah terwujud. Jangan mudah terprovokasi pihak yang tidak bertanggungjawab yang ingin memecah belah kita,"ujar Andi.

Karena Andi memperkirakan dalam kondisi itu, akan ada pihak yang memanfaatkan suasana, bagaimana agar terjadi perpecahan. Maka dari situlah hendaknya menurut Andi harus ditangkal bersama.

Pemerintah Provinsi Riau sendiri menurut orang nomor satu di Riau ini Akan terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan menghadapi tahun politik ini. Selain itu menjalin komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah dan Badan Pengawas Pemilu sebagai pelaksana pesta demokrasi tersebut.

"Saya juga berpesan kepada seluruh Bupati dan walikota beserta jajaran untuk menjalin koordinasi hingga tingkat kecematan dan desa menjaga kondisi kondusif. Kepada masyarakat Riau saya mengharapkan mari sukseskan pesta demokrasi dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Pesta demokrasi sukses, pembangunan tetap jalan, "ajak Andi.

Tidak hanya itu Gubernur dalam berbagai kesempatan juga mengajak para Datuok dan pemuka masyarakat selain jaga anak dan kemenakan juga ciptakan suasana kondusif di masyarakat.


"Apalagi dalam dua tahun ini kita hadapi tiga perhelatan besar mulai dari Pilgub, Pileg dan Pilpres. Jaga kekompakan, kompak untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan, "ajak Andi Rachman sapaan akrabnya Gubernur kepada para Datuok di Kampar.

Dengan terciptanya suasana yang kondusif tersebut, maka menurut Gubernur tidak ada hambatan dalam melanjutkan pembangunan kepada masyarakat yang sudah dilakukan selama ini. "Supaya kita bisa tetap membangun,"ujarnya.

Kepada Kepolisian dan forum masyarakat juga melalui forum masyarakatnya lanjut Gubernur jika ada persoalan yang muncul ditingkat bawah harus segera diselesaikan di masyarakat jangan sampai masalah muncul besar.

"Saya dipesankan pak Kapolda seperti itu, sehingga masalah tidak muncul keatas, bisa diselesaikan ditingkat forum masyarakat bersama pihak kepolisian, "ujar Andi.

Sementara dalam acara Rapat Koordinasi Kesbangpol Riau beberapa waktu lalu di Kabupaten Bengkalis, Gubri menyampaikan bahwa Provinsi Riau merupakan kawasan transit yang heterogen dengan keberagaman suku dan agama. Banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. Seperti persoalan narkoba, radikalesme maupun teroris. Hal ini perlu diperhatikan secara serius agar Provinsi Riau tetap stabil dan kondusif.

Terlebih sebentar lagi akan diselenggarakan pesta demokrasi. Pemilihan kepala daerah di tahun 2018 dan pemilihan lembaga legislatif di 2019 mendatang. Maka sebagai penyelenggara pemerintahan, berbagai ancaman yang berusaha merusak negara ini perlu diantisipasi.

''Masing-masing daerah harus terus waspada dengan ancaman-ancaman yang berusama merusak negeri ini. Dan dengan diselenggarakannya Rakor Kesbangpol ini, kami berharap masing-masing Kesbangpol di daerah, tetap terus bekerja dengan maksimal dan mampu mencermati situasi serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi di daerah dengan baik,'' tuturnya.

Masih kata Gubri, dengan teknologi yang juga semakin berkembang, maka kewaspadaan terhadap pemahaman-pemahaman yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesai harus lebih ditingkatkan.

''Kita juga harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Harus awasi dan tetap mewaspadai generasi kita dari pengaruh yang berusaha memecah belahkan kerukunan yang selama ini cukup baik terjalin di Provinsi Riau,'' terangnya.

Dalam Rakor tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Didi Sudiana sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, Didi menyampaikan harapannya untuk terus mengupayakan terciptanya kondisi yang aman dan tentram dalam menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Didi memaparkan arah kebijakan program pemerintah pusat tahun 2018 yang meliputi, pertama, konsolidasi persiapan pelaksanaan Pemilu yang akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2019 dan Peningkatan Bantuan Keuangan Partai Politik.

Kedua, Pembinaan dan pemberdayaan serta monitoring evaluasi terhadap organisasi masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketiga, integritas antara jajaran pemerintahan dalam rangka penanganan Konflik Sosial serta Penguatan kelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan serta penanganan Narkotika.

Keempat, Penguatan karakter bangsa dengan melaksanakan Revolusi Mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera.(adv)

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »