Rumah Makan Purnama Bukit Barisan Jual Gas Subsidi

Dibaca: 5710 kali  Rabu,17 Januari 2018
Rumah Makan Purnama Bukit Barisan Jual Gas Subsidi
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM. Tegang dan panik tampak terlihat di wajah Wahid, pemilik Rumah Makan Purnama di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayanraya. Ia kedatangan belasan anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Selasa (16/1).

Kedatangan tim tersebut atas laporan warga setempat yang menyebutkan rumah makan tersebut menjual gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg). Harga gas juga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung.

Pemilik rumah makan menjual seharga Rp25 ribu per tabung. Sempat terjadi perdebatan antara pemilik rumah makan dan Tim Satgas. Wahid menolak jika puluhan tabung gas melon tersebut diangkut. Ia mengatakan, hanya menjual stok gas lama dari pangkalan gas. “Pak, jangan diangkut tabungnya. Kami hanya menjual gas stok lama saja,” kata Wahid kepada petugas. “Tidak bisa, Pak. Wajib kami angkut, karena Bapak pemilik rumah makan tidak berhak menjual gas bersubsidi. Jika bapak melarang kami mengangkut, tim kepolisian turut menyita dan menyegel tempat ini,” kata salah seorang anggota Tim Satgas DPP.

Akhirnya tabung gas tersebut diangkut petugas. Wahid pun diperintahkan untuk datang ke Kantor DPP pada Rabu ini untuk menjelaskan perkara dirinya menjual tabung gas bersubsidi tersebut. Berdasarakan pantauan di lapangan, tim Satgas DPP menyita sebanyak 47 tabung gas 3 kg.

Kepala DPP Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga sejak Sabtu lalu bahwa pemilik Rumah Makan Purnama menjual gas elpiji 3 kg. Berdasarkan laporan tersebut, timnya turun terlebih dahulu melihat situasi apakah benar dijual di atas HET. “Dan teryata benar laporan dari warga tersebut.

Kami langsung menyita gas melon tersebut,” katanya. Terkait temuan dari sidak itu, Ingot katakan pihaknya memangil pemilik rumah makan untuk dimintai keterangan. Selain itu tim juga mendapati rumah makan tersebut memakai gas subsidi untuk memasak. Padahal sesuai aturan, ada larangan rumah makan atau restoran memakai gas bersubsidi. ‘’Karena omzet mereka di atas Rp1 juta per hari,’’ kata Ingot.(Rp)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »