Berkunjung ke Kendal, Bupati Kampar Tertarik Konsep Kawasan Industri

Dibaca: 2920 kali  Jumat,17 November 2017
Berkunjung ke Kendal, Bupati Kampar Tertarik Konsep Kawasan Industri
Ket Foto : Bupati Kampar Provinsi Riau, Azis Zaenal bersama Bupati Kendal, Mirna Anissa, saat mendapat penjelasan dari presiden Direktur KIK Stanley Ng, Jumat (17/11/2017).

RADARPEKANBARU.COM - Bupati Kampar Provinsi Riau, Azis Zaenal, berkunjung ke Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Jumat (17/11). Tujuan kunjungannya, untuk melakukan studi banding terkait rencana pembangunan kawasan industri.

Azis bersama rombongan, disambut langsung oleh Bupati Kendal, Mirna Anissa.

“Kendal mempunyai kawasan industri level internasional bernama Kawasan Industri Kendal (KIK). Kami ingin belajar bagaimana proses perizinannya,” kata Azis.

Azis menambahkan, letak Kabupaten Kampar, sebetulnya cukup strategis. Bersebelahan dengan ibu kota Riau, Pekanbaru.

Hal ini sama dengan Kabupaten Kendal, yang letaknya bersebelahan dengan kota Semarang, sebagai ibu kota Jawa Tengah.

Jumlah penduduknya juga hampir sama. Kalau Kabupaten Kampar populasinya sekitar 1 juta jiwa, Kabupaten Kendal sekitar 900.000 jiwa.

Namun sayangnya, Kabupaten Kampar, aku Azis, belum mempunyai kawasan industri.

“Padahal kami mempunyai wilayah yang luasnya mencapai 11.200 kilometer pergi, sedang Kendal hanya 1.002 kilometer persegi,” ujarnya.

Menurut Azis, industri yang ditopang oleh hasil kebun dan pertanian, bisa memajukan perekonomian daerahnya. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar serius akan membuat kawasan industri.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Anissa, menyambut baik kedatangan Bupati Kampar dan rombongan untuk melakukan studi banding.

“Selain punya KIK taraf internasional, Kendal juga sarat tempat wisata yang bagus Tadi saya juga menawarkan ke Pak Azis untuk mengunjungi tempat-tempat wisata,” kata Mirna.

KIK sendiri merupakan kolaborasi strategis antara PT Jababeka Tbk, dengan raksasa investasi Singapura, Temasek Holdings.

Temasek masuk melalui Sembawang Corporation, sementara Jababeka melalui PT Graha Buana Cikarang.

Baik PT Graha Buana Cikarang maupun Sembawang Corporation menyertakan modal sebesar masing-masing 51 persen dan 49 persen dari total Rp 1,2 triliun yang disetor melalui PT Kawasan Industri Kendal.

Pengembangan kota mandiri seluas 2.000 hektar ini, akan menduplikasi kota mandiri Jababeka City.

Di dalamnya mencakup lahan industri sebanyak 10 zona, masing-masing memiliki luas 200 hektar, 15.000 hunian yang dilengkapi properti komersial, pusat bisnis dan fasilitas penunjang.

Selaku pengembang dan pengelola Kawasan Industri Kendal (KIK), PT Jababeka Tbk mengklaim ada 20 investor baru yang akan berinvestasi di (KIK) Jawa Tengah. (rls)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »