Presiden Jokowi : Dengan Mengucap Bismillah, Saya Buka Munas KAHMI

Dibaca: 4849 kali  Jumat,17 November 2017
Presiden Jokowi : Dengan Mengucap Bismillah, Saya Buka Munas KAHMI
Ket Foto : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada acara pembukaan Musyawarah Nasional ke 10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/11).

RADARPEKANBARU.COM-Dengan mengucap Bismillah, saya membuka Munas ke-10 KAHMI, kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Santika, Medan, Jumat (17/11). Munas itu akan dihelat selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (19/11) mendatang.

"Ke Sumatra Utara makan durian. Air kelapa diminum pagi. Sangat berbahagia datang ke Medan. Bisa bersama saudara-saudara bermunas KAHMI," kata Jokowi. Hal ini pun disambut tepuk tangan meriah dari para kader KAHMI yang hadir.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum KAHMI Mahfud MD dan keluarga besar KAHMI, Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur Sumut T Erry Nuradi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tampak juga menghadiri, Kapolri Tito Karnavian, Ketua KAHMI Akbar Tanjung, Forkopinda Sumut dan undangan lainnya.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, tantangan negara kita kedepan semakin berat, dimana akan bermunculan perubahan-perubahan yang tidak terduga. Seperti, perubahan dari internet ke mobile internet, dari mobile internet ke artifisial intelejen, kemudian ke robotik.

“Perubahan dunia bergerak begitu cepat sekali, tantangan seperti  ini harus kita antisipasi. Kita jangan terjebak pada rutinitas, pada sikap-sikap yang monoton yang setiap hari kita lakukan dalam keseharian. Perubahan itu ada di depan mata kita. Kecepatan teknologi dan perubahan itu mendahului dari apa yang kita perkirakan,”katanya.

Karena, Jokowi meyakini jika nantinya landscape politik global berubah, landscape ekonomi global berubah, landscape interaksi sosial berubah, landscape politik nasional juga akan berubah begitu juga dengan landscape interaksi sosial nasional dan ekonomi nasional juga akan berubah. Dan ini nantinya akan bergerak ke daerah.

“Inilah antisipasi yang harus kita siapkan dan kita pikirkan bersama-sama,” kata Jokowi.

Ini juga akan merubah perilaku sosial bila kita tidak memperkuat karakter building, sumber daya manusia dengan nilai-nilai agama, budaya, dan nilai-nilai Keindonesiaan yang kita miliki.

Jokowi pada kesempatan itu juga mengharapkan, agar pemerintah dan masyarakat Indonesia memerlukan mitra-mitra baru untuk mengantisipasi perubahan global yang begitu cepat.

“Kita juga sudah terlalu lama selalu melihat ke barat, eropa, amerika atau Jepang. Bahwa mitra baru itu diperlukan. Oelh sebab itu setelah pelantikan 2014 lalu, saya pergi ke timur tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Qatar, untuk keseimbangan posisi yang sangat diperlukan,” ujar Presiden.

Gubsu Erry kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi Karena perhatiannya yang cukup besar kepada masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara. Dan berterimakasih karena bisa hadir pada even nasional dimana Sumatera Utara dipercayakan sebagai tuan rumah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Jokowi karena telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Larfan Pane pada 10 November 2017 yang lalu, yang merupakan Putra Sumatera Utara,” ujar Erry.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua umum KAHMI Prof Mahfud MD. Bahwa KAHMI sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Pendiri HMI Larfan Pane.

“Dengan dianugerahinya gelar pahlawan nasional kepada pendiri HMI maka dalam ikut merajut ikatan kebangsaan dan menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila akan semakin kuat posisinya dalam mosaik sejarah Indonesia,” ujar Mahfud.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan saat memberikan keynote speech mengatakan, pascamerdeka dan reformasi, demokrasi di Indonesia semakin baik. Ada tiga hal, lanjutnya, yang harus menjadi perhatian saat ini, yakni kemiskinan, kesenjangan dan keadilan.

"Bukannya kita sudah sepakat 72 tahun lalu bahwa keragaman itu kekuatan. Pancasila merupakan alat mempersatukan, saling menghormati dan menghargai. Saya harap KAHMI lah yang membuat kebinekaan dan persatuan Indonesia menuju kejayaan. Semoga Munas KAHMI sukses," kata Zulkifli. (radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »