Backing Hiburan Malam Hingga Jadi Bupati Rohul, Inilah Kisah Suparman Berakhir di KPK

Dibaca: 7471 kali  Sabtu,11 November 2017
Backing Hiburan Malam Hingga Jadi Bupati Rohul, Inilah Kisah Suparman Berakhir di KPK
Ket Foto : Demo Mahasiswa Jelang Putusan Kasasi Suparman di Tugu Zapin, Pekanbaru beberapa waktu yang lalu

RADARPEKANBARU.COM-‎ Sedikit orang yang tahu bagaimana kehidupan H. Suparman, S.Sos, M.Si, semasa menjadi mahasiswa hingga jadi Bupati Rokan Hulu (Rohul) saat ini.

Hal itu terungkap saat memberikan sambutan di acara Temu Ramah Bupati Rohul‎ dengan Pengurus Ormas, LSM dan OKP di pendopo rumah dinas Bupati, Senin malam (6/11/2017).

Dalam acara yang diprakarsai oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Rohul, Bupati Suparman ‎bercerita bagaimana dirinya mengawali karirnya melalui organisasi mahasiswa Gabungan Aksi Mahasiswa dan Alumni Riau (GAMARI) yang dibentuknya. Saat itu hanya beranggota 30 mahasiswa.

Selama menjadi Ketua GAMARI, Bupati Suparman memikirkan bagaimana agar adik-adiknya bisa terus kuliah tanpa mengharapkan kiriman dari orang tuanya lagi.

Dirinya bersyukur, sejumlah adik-adiknya yang tergabung di GAMARI sudah menjadi orang sukses saat ini.

Seperti Kelmi Amri dan Syahril Topan sebagai Ketua DPRD dan Anggota DPRD Rohul, Jenewar Efendi yang saat ini menjadi Direktur Utama Perusda Rokan Hulu Jaya, Nelson, dan lainnya.

Namun organisasi mahasiswa ini lambat laun bubar dengan sendirinya. Ia pun memilih bergabung di sebuah LSM dan besar di lembaga tersebut. Saat itu, Suparman mengaku, banyak musuh.

Namun dari lembaga itu pula lah dirinya banyak mengenal orang penting di Provinsi Riau, mulai pejabat, preman, hingga penjual narkoba. Selanjutnya ia mengubah arah haluan, dan berteman dengan para golongan elite.

Lebih lanjut diakuinya, ia sempat membacking tempat hiburan malam. Namun demikian, ia tidak pernah mencicipi yang namanya narkoba, minuman keras, termasuk rokok.

Suparman mengaku, sempat menjadi Ketua KNPI Kota Pekanbaru, dan pada akhirnya ia mengadu nasib dan sukses menjadi Ketua KNPI Provinsi Riau.

Karena ingin meninggalkan dunia hitamnya. Dirinya akhirnya mulai mencoba-coba terjun ke dunia politik, sesuai bidang ilmunya yakni Ilmu Politik. Pertama ia bergabung di Par‎tai Golongan Karya dan akhirnya menjadi pengurus termuda.

Diterangkan, walaupun para seniornya di DPD I Partai Golkar Riau banyak orang penting, seperti Rusli Zainal, Ramlan Zas, Saleh Djasit, dan lainnya, namun ia tetap percaya diri dan maju sebagai calon Anggota DPRD Riau.

"Bahkan nama saya di KPU berada di nomor empat saat itu. Kalau dipikirkan nomor empat gak akan bisa jadi Anggota DPRD, namun karena aturan baru, akhirnya saya meraup suara terbanyak hingga mendapatkan kursi di DPRD Riau," ungkapnya.

Sejak jadi anggota DPRD Riau, Suparman mengakui, telah melupakan dunia hitamnya. Karena keseriusannya di dunia politik, akhirnya ia bisa duduk sebagai Ketua DPRD Riau dari Partai Golkar.

Namun, belum habis masa jabatannya, Suparman lebih memilih meninggalkan kursi orang nomor satu di DPRD Riau dan mencoba nasib di Pilkada Rohul 2015, dan bisa duduk sebagai Bupati Rohul periode 2016-2021 bersama wakilnya H. Sukiman hingga sekarang.

Belum lama dilantik, dirinya mengaku, harus berurusan dengan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dan dijebloskan ke penjara. Selama di penjara itulah, Suparman benar-benar bertobat, banyak berdoa, serta mulai rajin salat tengah malam, bahkan dirinya menjadi guru mengaji.

"Dari persidangan, berkat doanya selama dibalik jeruji besi, dan doa masyarakat Rohul, akhirnya saya dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru, dan kembali menjabat sebagai Bupati Rohul," jelasnya.

Untuk itulah, Suparman mengajak para oknum anggota Ormas, LSM dan OKP‎ di Kabupaten Rohul yang masih menjalani dunia hitam seperti narkoba dan minuman keras untuk meninggalkannya. Dan memulai menyehatkan tubuh dengan rajin berolahraga.

Bukan hanya itu saja, Bupati Suparman juga mengajak seluruh anggota Ormas, LSM dan OKP di Kabupaten Rohul untuk ikut bersumbangsih‎ dalam memajukan pembangunan di daerah dengan motto 'Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau'.

Dari pengalamannya dirinya, ia sangat mengharapkan bagaimana para pengurus dan anggota Ormas, LSM dan OKP menjadi orang hebat ke depannya.‎

"Intinya ada pada diri kita masing-masing, dan bekerjasama ingin bersih senantiasa Allah menunjukkan kita menjadi bersih," pungkasnya.

Karir Politik Kandas di KPK

Mahkamah Agung akhirnya mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Rokan Hulu, Suparman.

Bupati yang sempat divonis bebas oleh hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru itu, kini harus menjalani hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta dan dicabut hak politik.

"Kabul terhadap terdakwa dua," bunyi putusan kasasi seperti yang dikutip dari situs web Mahakamah Agung RI, Sabtu (11/11/2017).

Putusan kasasi dibacakan pada 8 November 2017. Perkara kasasi ditangani oleh Hakim Agung MS Lumme, Krisna Harahap dan Artidjo Alkostar.

Perkara yang melibatkan Suparman adalah pengembangan dalam sejumlah kasus lainnya.

Sejak 2015, KPK telah memproses hukum tersangka dan terdakwa lain yang kini telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam beberapa putusan sebelumnya, majelis hakim yakin ada perbuatan bersama-sama yang salah satunya melibatkan Suparman.

Saat diadili, Suparman dinyatakan tidak terbukti menerima uang atau hadiah dari tersangka lain, yakni mantan Gubernur Riau, Annas Maamun.

Hakim menilai bahwa dakwaan kedua yakni menerima hadiah atau janji tidak terpenuhi dan tidak terbukti pada terdakwa. (radarpku)
 

    

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »