Status Mahasiswa Dihapuskan Dari Anggota Senat, Mahasiswa Demo Rektor UR

Dibaca: 6729 kali  Kamis,09 November 2017
Status Mahasiswa Dihapuskan Dari Anggota Senat, Mahasiswa Demo Rektor UR
Ket Foto : Aksi Mahasiswa ,Kamis (09/11/2017) petang. 

RADARPEKANBARU.COM-  Dihapusnya status mahasiswa sebagai anggota senat pada saat rapat senat Universitas Riau pada Selasa (07/11/2017) kemarin, telah menjadi salah satu bukti bahwa virus darurat demokrasi telah menyentuh kampus biru langit.

Aspirasi-aspirasi mahasiswa yang seharusnya dapat disalurkan melalui keanggotaan didalam Senat Universitas, kini suara tersebut telah dibungkam dan terus ditekan untuk melemahkan pergerakan mahasiswa dalam menegakkan keadilan khususnya keadilan di dalam kampus biru langit.

Maka Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau tidak hanya tinggal diam. BEM UR bersama Kelembagaan Se-lingkungan Universitas Riau hadir dan turun aksi guna memperjuangkan hak-hak mahasiswa Universitas Riau.

Aksi Darurat Demokrasi Kampus ini diawali dengan orasi keliling untuk mengajak rekan-rekan mahasiswa lainnya agar ikut bergabung dalam aksi tersebut. Selanjutnya massa aksi bergerak ke titik aksi yaitu tepat di Gedung Rektorat Universitas Riau.

Dalam orasinya, alvian menyampaikan, bahwa "Sejatinya sore ini bukanlah sebuah ketakutan, bukanlah sebuah kekhawatiran yang ingin saya sampaikan, melainkan saya ingin mendengarkan suara-suara persatuan kita dalam memperebutkan kembali apa yang sudah sepantasnya kita dapatkan",  tutur Alvian Syahrizal selaku koordinator lapangan.

Aksi sempat dipending karena sudah memasuki waktu ashar dan massa aksipun melakukan sholat ashar berjamaah di Mushola Rektorat. Setelah sholat ashar aksi kembali dilanjutkan. Pembentangan spanduk propaganda, pembakaran ban tepat ditengah Gedung Rektorat UR, penyampaian orasi tiap kelembagaan turut mewarnai aksi pada Kamis (09/11/2017) petang. 

Ketidakhadiran Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, M.Sc selaku Rektor Universitas Riau di tempat dinilai sangat mengecewakan. Hingga sore hari massa aksi tetap menunggu kepastian dari pihak Rektorat, dan akhirnya massa aksi berhasil masuk ke dalam Gedung Rektorat bahkan sempat memboikot dan menyegel ruangan Rektor Universitas Riau.

Lebih lanjut Prof. Dr. Sujianto, M.Si selaku Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan menyampaikan bahwa yang pertama Draft Statuta tidak akan dikirim kepada Kemenrisetdikti sebelum Rektor bertemu dengan mahasiswa yang kedua Rektor baru bisa ditemui pada esok hari (10/11/2017) setelah sholat jumat.

Sebelumnya BEM UR sempat memberikan Kajian Strategis terkait Draft Statuta Universitas Riau yang menghapuskan Keterwakilan Mahasiswa Dalam Keanggotaan Senat Universitas Riau yang dibuat oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM UR kepada pihak Rektorat. Kajian Strategis tersebut juga berisi beberapa poin tuntutan dari mahasiswa.

Berikut isi dari tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau beserta Kelembagaan Mahasiswa Riau :

1. Menolak usulan Draft Statuta Universitas Riau yang menghapuskan keterwakilan Mahasiswa dalam keanggotaan Senat Universitas.

2. Meminta kepada seluruh senat Universitas untuk mempertimbangkan menolak usulan Draft Statuta Universitas Riau yang menghapuskan keterwakilan Mahasiswa dalam keanggotaan senat Universitas.

3. Menuntut dimasukkannya kembali perwakilan Mahasiswa di dalam keanggotaan Senat Universitas Riau.

4. Mengajak seluruh senat Universitas untuk berpikir kritis bahwa sangat pentingnya keberadaan Mahasiswa dalam Senat Universitas Riau.

5. Meminta Rektor menandatangani nota kesepahaman bahwa sampai kapanpun Mahasiswa akan tetap ada Perwakilan Mahasiswa sebagai anggota Senat Universitaa Riau.

6. Menuntut mundur Rektor Universitas Riau jika tidak adanya Perwakilan Mahasiswa didalam anggota Senat Universitas Riau.

Rinaldi selaku Presiden Mahasiswa juga berharap dalam orasinya, bahwa "Mahasiswa ingin kembali ke Senat dalam banyak hal, dalam segi proses keterwakilan elemen yang paling pantas diwakili keanggotaannya ialah Mahasiswa. Secara unsur terbanyak di Institusi ini juga Mahasiswa", ungkap Rinaldi

Aksi ini diakhiri dengan orasi keliling Fakultas Universitas Riau guna memberitahu kepada seluruh mahasiswa, bahwa besok (10/11/2017) pukul 14.00 WIB tepat pada hari Pahlawan Nasional akan ada kuliah akbar bersama Rektor Universitas Riau bertempat di Gedung Rektorat UR. (Rls/Bem/UR)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »