Diterjang Angin Kencang, Mushollah Al-Jihad Rimbo Panjang Rata Dengan Tanah

Dibaca: 7749 kali  Selasa,07 November 2017
Diterjang Angin Kencang, Mushollah Al-Jihad Rimbo Panjang Rata Dengan Tanah
Ket Foto : Foto Rumah Ibadah di Rimbo Panjang, Kampar, Mushollah Al-Jihad pasca diterjang angin kencang, Senin (6/10) sore.

RADARPEKANBARU.COM-Puluhan bangunan dan rumah di Riau rusak akibat diterjang angin kencang Senin (6/10) sore. Bencana tersebut terjadi ketika wilayah perbatasan Pekanbaru dan Kampar diguyur hujan deras yang disertai angin kencang.

Setidaknya ada dua wilayah kecamatan yang dilanda angin kencang, terdiri dari Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar dan Kelurahan Tuah Madani masuk wilyah Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.

Untuk wilayah Pekanbaru kerusakan cukup parah terjadi di Kampus UIN Suska dan sekitarnya. Dimana, Masjid Raya Al-Jamiah Kampus UIN Panam mengalami kerusakan pada bagian Kubah 'terkoyak' menyebabkan hujan deras masuk dengan leluasa ke bagian dalam Mesjid. Selanjutnya sejumlah kaca di Gedung Rektorat pecah dan pohon disekitar kampus mengalami patah.

Sejumlah rumah warga di Perumahan Trivana Kelurahan Tuah Madani juga rusak akibat angin kencang. Atap tercabut dan instalasi listrik berantakan.

Untuk di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar sejumlah bangunan warga juga mengalami kerusakan cukup parah di lokasi Perumahan Graha Athaya

Atap rumah warga hingga bagian kuda-kuda rumah mengalami kerusakan. Terdapat juga bangunan rumah ibadah, Mushollah AL-JIHAD mengalami kerusakan paling parah, yang tersisa hanya bagian lantai saja.

"Kita berharap perhatian semua pihak, terutama pemda Kampar agar memperhatikan sarana ibadah ini, " kata Mardoni, SH warga perumahan Graha Athaya.

Menurut Mardoni mushollah yang hancur ini merupakan satu-satunya tempat sarana ibadah yang ada di Kawasan perumahan Graha Athaya dan perumahan Selekta Mas.

"Musallah ini dipergunakan oleh masyarakat dua komplek perumahan, yakni  warga perumahan Graha Athaya dan perumahan Selekta Mas Rimbo Panjang, tutur Mardoni yang juga merupakan Pengacara Ternama di Kabupaten Kampar ini.

Sebagai masyarakat , Mardoni mengaku sangat membutuhan sarana ibadah itu agar dibangun kembali. Dikarenakan tak ada tempat lagi untuk warga jika hendak sholat berjamaah dan tempat anak-anak mengaji malam harinya. 

"Mohon pak Bupati Kampar memperhatikan ini," tutup Mardoni. (radarpku)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »